Tanggal Hari Ini : 12 Nov 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Para UKM !, Perhatikan Suasana Psikologis yang Menyertai Krisis Ekonomi
Senin, 15 Oktober 2018 04:28 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Ketika krisis ekonomi sedang terjadi, atau akan terjadi,  banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang terseret dalam suasana psikologis krisis ekonomi yang akut. Suasana psikologis antara lain malas bepergian, superhemat, serta menunggu dan selalu was-was terhadap setiap gejolak dan perubahan.

Meskipun kadang tidak terimbas krisis secara langsung, tetapi karena suasana usaha dan lingkungan psikologis yang mempengaruhinya,  maka banyak pengusaha mikro dan kecil  terpaksa beradaptasi dan menyesuaikan diri berada dalam kondisi ‘krisis’ eknomi tersebut.

Ketika order datang lebih besar dari biasanya ia mulai khawatir, jangan-jangan kliennya tidak bisa membayar. Ketika pesanan datang bertubi-tubi ia mulai curiga jangan-jangan pembayarannya bermasalah, dan lain sebagainya.

Dalam kondisi ekonomi sedang krisis, hanya usaha yang memiliki fundamental manajemen yang baik, permintaan/pasar yang kontinyu dan terus dikelola dengan baik,  pengelolaan usaha yang  efisien, dan memiliki struktur permodalan yang memadai mampu bertahan lebih kuat dalam situasi semacam ini.

Seorang pelaku usaha yang pernah mengalami masa-masa krisis ekonomi pada masa-masa sebelumnya bercerita tentang pengalaman dan pengamatannya berada dalam masa krisis ekonomi terdahulu.

Para UKM, Perhatikan Suasana Psikologis yang Menyertai Krisis Ekonomi

Mereka melihat, sebagian besar masyarakat memang mengerem kebutuhannya, tetapi tidak semua orang/masyarakat mengurangi anggaran belanjanya, sebagian besar produsen mengerem produksinya, tetapi tidak semua pengusaha mengurangi produksinya.

Produsen yang masih dapat berjaya dalam kondisi krisis ekonomi adalah produsen yang sedikit hutangnya, atau memiliki struktur modalnya dari diri sendiri, dan sumber permodalan tidak semata-mata berasal dari hutang, apalagi hutang bank.

Konsumen yang masih memiliki daya beli yang kuat adalah konsumen yang memiliki uang cash, dan tidak mengandalkan kemampuan membelinya semata-mata dari hutang, apalagi dari kartu kredit.

Bagi produsen, permintaan pasar memang sedang menurun, tetapi persaingan semakin longgar dan lebih leluasa karena produk harus benar-benar dihasilkan dari cara kerja yang efisien. Maka ketika semakin banyak perusahaan tidak dapat bekerja secara efisien langkah yang paling cepat untuk menyelamatkan usaha adalah menjual asset-asset, runyamnya kadang yang dijual adalah asset-asset produksi, kisah ini yang menutup cerita sebuah usaha.   

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari