Tanggal Hari Ini : 12 Nov 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Krisis Ekonomi Adalah Peluang Besar Bagi UKM, UKM Paling Siap Jika Terjadi Krisis Ekonomi
Senin, 15 Oktober 2018 04:14 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Jika laju perekonomian tiba-tiba melambat akibat menurunnya permintaan karena daya beli masyarakat yang menurun, angka inflasi yang terus meningkat (meskipun terus ditahan dengan bahan-bahan import), melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika dan mata negara lainnya,  serta melihat fenomena banyak pengelola usaha yang bertahan hidup dengan cara melakukan efisiensi, melakukan pembatasan jam kerja,  serta melakukan berbagai pengetatan penggunaan biaya operasional lainnya, hingga  melihat cukup banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), ini  mungkin tanda-tanda krisis ekonomi sedang terjadi di negeri ini.

Namun krisis ekonomi tak selalu membawa malapetaka. Dalam falsafah bisnis bangsa China  mereka sangat paham benar makna krisis. Kata krisis sendiri dalam bahasa Mandarin adalah Wei ji, yang berasal dari kata Wei dari kata  Wei Xian yang artinya bahaya, dan Ji dari asal kata Ji  Hui yang artinya kesempatan.

Jadi, dalam krisis ada bahaya, sekaligus ada kesempatan, ada peluang. Ini waktunya untuk mengubah kesempatan dan memanfaatkan peluang bisnis dengan optimum !!!

Bagi pelaku usaha mikro dan kecil, bahkan yang menengah sekalipun, sebenarnya krisis ekonomi tidak terlalu berpengaruh, sepanjang ada modal untuk membeli bahan baku dan operasional yang mencukupi untuk membeli produk yang sama, terlebih jika bahan baku berasal dari lokal dan berasal dari kekayaan asli Indonesia, dan ada selisih atau keuntungan atas hasil penjualan, serta tingkat/kemampuan daya beli konsumen/pelanggan masih tetap bergairah.

Krisis Ekonomi Adalah Peluang Besar Bagi UKM, UKM Paling Siap Jika Terjadi Krisis Ekonomi

Jika kegairahan dan daya beli masyarakat masih terjaga untuk mendapatkan produk, barang atau jasa, maka kondisi ini bagi pengusaha mikro dan kecil  masih relative aman dan nyaman-nyaman saja.

Tetapi jika terjadi disparitas harga yang terlalu mencolok, pembelian bahan baku dan biaya operasional karena meningkatnya berbagai komponen biaya, serta menurunnya kemampuan daya beli, yang mengakibatkan produk barang atau jasa yang dihasilkan menumpuk, ditambah lagi dengan adanya inflasi dan kenaikan harga yang menyebabkan harga-harga meningkat, maka ini dapat menjadi sebuah masalah.  

brilian, dan cara kerja yang berwawasan masa depan. Wawasan yang tidak terfokus hanya pada masalah krisis ekonomi saat ini.

Betapa besar sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia. Potensi-potensi besar itu ada di sekitar kita, bahan baku pertanian, peternakan, perikanan, sumber-sumber energy potensial dan lainnya.

Seorang Riska Wahyu Romadhona (Bogor), Sarjana Teknik ITS ini mampu meningkatkan nilai tambah produk olahan talas menjadi produk olahan makanan bermutu, Anna Wardiyati, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM Wonosobo) yang mengolah buah Carica menjadi produk olahan pangan berkualitas, juga Lely Ambarwati (Petani, Yogyakarta) yang menerapkan teknologi pertanian berupa tumpangsari, dan innovator-inovator bisnis UKM lainnya.

Kini saatnya kita tidak hanya merenung, tetapi segera bertindak untuk segera menciptakan nilai-nilai tambah dari apa yang telah ada selama ini. Inilah peluang baru yang akan dapat mengkayakan anda.

Berkacalah dari pebisnis-pebisnis besar yang sudah ada saat ini. Mereka terlahir dari zaman-zaman krisis, karena tidak ada laying-layang yang dapat terbang jika tidak diterpa angin yang kencang, dan tidak pernah terlahir pelaut ulung di laut yang tenang.  

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari