Tanggal Hari Ini : 11 Dec 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Mencari Ilmu Jamur Hingga ke Kumbung-Kumbung
Jumat, 10 Agustus 2018 07:18 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Banyak petani jamur yang merahasiakan metode budidayanya. Sebagian menganggap itu adalah rahasia perusahaan. Tetapi tidak bagi  Triyono  Untung  Supriyadi. Triyono, panggilan akrab pria ini sering merelakan waktunya  berbagi pengalaman budidaya jamur.  Oleh komunitas petani jamur,  alumnus fakultas pertanian UGM ini sering disebut ‘suhu jamur tiram’. 

Majalah Wirausaha dan Keuangan berkesempatan hadir bersama 12 orang petani jamur dari berbagai daerah yang diundang khusus oleh Triyono dalam rangka kunjungan, sharing dan edukasi budidaya jamur tiram di lokasi usaha budidaya jamur tiram milik CV Asa Agro Corporation (AAC) yang berlokasi di Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Terinspirasi oleh sebuah kata kebajikan, bahwa ilmu yang bermanfaat akan dinilai sebagai amal jariah yang tak terputus membuat Triyono tergerak mengundang para petani jamur , untuk melihat dan belajar bersama tentang teknik budidaya dan manajemen bisnis jamur tiram. Ia tidak hanya mengundang untuk belajar, tetapi juga membiayai ongkos perjalanannya pulang pergi, hingga penginapannya di hotel saat berada di Cianjur.

Petani jamur, yang diundang secara khusus ini berasal dari Banyuwangi, Malang, Pati, dan Jogyakarta . Maksud diundangnya para petani ke lokasi usaha jamur tiram di Cianjur ini agar para petani melihat secara langsung potensi yang dapat diambil pelajaran sehingga melahirkan semangat bagi para petani pemula.

Triyono, CV Asa Agro Corporation, Mencari Ilmu Jamur Hingga ke Kumbung-Kumbung

Komunitas Petani jamur Pemula Berkunjung sekaligus belajar budidaya dan bisnis jamur  tiram yang benar di CV ASA, Cianjur, Jawa Barat. 


“Komoditas jamur, khususnya jamur tiram itu sangat prospektif. Pasarnya luas, harganya relative bagus, dan menjadi alternative usaha yang sangat menguntungkan. Kami sangat optimis jika dilakukan dengan baik, ,” cetus pendiri CV. ASA ini.

Triyono sengaja melibatkan semua team di CV ASA untuk mendampingi para petani pemula jikalau ada hal yang perlu ditanyakan. Setidaknya petani jamur yang dihadirkan dapat belajar dan memahami apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan usahanya.

Untuk mengubah gambaran tentang bisnis jamur yang prospektif, Triyono memulai dengan menyampaikan mindset bisnis jamur. Mulai dari filosofi bisnis jamur, pengelolaan tahap demi tahap budidaya, pemasaran, permodalan, hingga kerjasama.

“Bisnis budidaya itu keren, perlu seni untuk budidaya dan pemasarannya. Kita harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk memastikan bisnis budidaya jamur dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Triyono mengungkapkan, petani jamur harus memiliki strategi untuk mengelola dan budidaya jamur tiram. Strategi yang dijalankan harus efisien, efektif, produktif, inovatif dan aman.

Saat ini CV ASA sudah memberikan pekerjaan bagi 200 orang karyawan di sekitar lokasi usaha, menghasilkan 20.000 baglog per hari, dan menjual tak kurang dari 7000 kg jamur tiram ke pasaran setiap hari. Jamur tiram yang dipasarkan selain dihasilkan dari kumbung sendiri juga kumbung milik petani plasma binaan CV. ASA. Luas areal usaha CV ASA sudah mencapai 40.000 meter persegi yang digunakan untuk membudidayakan jamur tiram dan aneka jamur lainnya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari