Tanggal Hari Ini : 14 Aug 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kabar dari Pertemuan Tahunan Perkumpulan Petani Jamur Seluruh Indonesia
Jumat, 10 Agustus 2018 04:40 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Gedung Auditorium ‘Prof. Hardjono Danoesastro’ Fakultas Pertanian UGM akhir Maret 2018 lalu terlihat lebih ramai dari biasanya. Auditorium itu dipenuhi para petani. Kali ini komunitas petani jamur yang hadir dari berbagai kota.

Di tataran media, gaung petani jamur tak menggema. Berbeda dengan petani bawang dan cabe yang sering jadi ‘anak mama’, karena dua komoditas di atas sering membuat ulah yang pedas. Kiprah petani jamur nyaris tak terdengar, padahal produk jamur diakui sebagai bahan pangan bergizi tinggi.

Ir.Gabriella Susilowati.M.P, Kasubdit Sayuran Daun dan Jamur, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian mengaku perhatian pemerintah terhadap petani jamur selama ini tak sebesar seperti perhatian petani bawang dan cabe. Petani jamur nyaris terlupakan. Maka ketika komunitas petani jamur dari seluruh wilayah Indonesia berswadaya melakukan pertemuan di Jogyakarta, Gabriella mengungkapkan kegembirannya. “ Bisa mengumpulkan petani jamur sebanyak ini adalah hal yang luar biasa. Saya bangga kepada petani jamur,” ujarnya.

Komunitas Petani Jamur.
Perkumpulan komunitas petani jamur sebenarnya berawal dari hal yang sederhana. Banyak yang ingin bertanya tentang budidaya dan pemasaran jamur kepada sesama petani jamur lainnya. Jejaring media sosial whatsapps dan facebook menjadi pilihannya. Salah satu pegiat komunitas petani jamur, Krisyatno mengungkapkan, berawal dari saling kenal dan saling tanya di laman media sosial tersebut akhirnya para petani jamur ingin bertemu ‘kopi darat’ untuk bertatap muka.

Kabar dari Pertemuan Tahunan Perkumpulan Petani Jamur Seluruh Indonesia

Pertemuan pertama, tahun 2016, beberapa puluh orang petani jamur hadir di Kota Malang. Tahun 2017 pertemuan di Tulung Agung. Jumlah petani jamur yang hadir lebih banyak lagi. Agar jaringan komunitas lebih luas lagi, tahun 2018, Yogyakarta menjadi pilihan tempat bertemunya Komunitas Petani jamur se Indonesia. Lebih dari 1000 orang yang hadir dalam pertemuan ini.

Sumanto, petani jamur asal kota Malang gembira dapat hadir di acara ini. Ia bisa bertukar pikiran dan bertanya kepada para ahli dan orang yang berpengalaman tentang berbagai hal yang berkaitan dengan budidaya dan bisnis jamur. Demikian juga dengan Nurdin Santoso, petani muda asal Jogyakarta ini. Menurut Nurdin pertemuan para komunitas petani jamur ini sangat bermanfaat dan menambah wawasannya.

Tantangan Kedepan
Bisnis jamur, seperti jamur merang, jamur tiram, jamur kuping, jamur kancing, jamur linchi, jamur shintake, dan jamur komsumsi lainnya, ditengari meningkat pesat pasarnya. Permintaan ekspor dan domestik juga terus meningkat. Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi jamur sebagai pangan dengan gizi tinggi juga mulai bertambah. Tentu ini menjadi hal yang menarik.

Kabar dari Pertemuan Tahunan Perkumpulan Petani Jamur Seluruh Indonesia

Sejumlah pakar jamur yang hadir dalam pertemuan tersebut berharap agar petani jamur meningkatkan skill dan kemampuan teknis agar produksinya meningkat. Juga aspek bisnisnya. Ir.Gabriella Susilowati.M.P (Kementan), dalam sambutannya mengungkapkan petani jamur harus fokus dan meningkatkan teknis produksi agar produk jamur yang dihasilkan berkualitas dan memiliki harga yang baik.

Sementara DR Iwan Saskiawan dari Biologi Research Center, LIPI, berpesan agar petani jamur terus berinovasi dan mengadopsi teknologi. Dekan Fakultas Pertanian UGM mewanti-wanti kepada petani jamur agar berserikat dan meningkatkan aspek kelembagaan dan pemasarannya. Sementara Ratidjo Harjo Suwarno, Pendiri PT Volva Indonesia menggarisbawahi pentingnya kewirausahaan bagi para petani jamur. “Bisa memproduksi tetapi susah menjual itu sebuah hal yang cilaka,” sebutnya. Triyono Untung Supriyadi, Pendiri CV Asa Agro Coorporation, pakar budidaya jamur dari Cianjur ini menekankan pentingnya aspek bisnis dan manajemen budidaya jamur yang harus dikelola dengan baik.

Sebuah langkah maju bagi petani jamur. Sampai ketemu di pertemuan komunitas jamur se-Indonesia tahun depan.

BRI, mandiri, Pegadaian, BPD

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari