Tanggal Hari Ini : 18 Oct 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Ekonomi Rakyat Apa Kabar ?
Jumat, 10 Agustus 2018 03:44 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Selalu saja menarik memperbincangkan ekonomi rakyat, atau ekonomi kerakyatan.Terlebih Indonesia masih memiliki 3 isu besar yang hingga saat ini masih menjadi kendala. Isu pertama adalah masalah pengangguran yang cukup besar. Isu kedua masalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan isu ketiga mengenai ketahanan pangan dan swasembada produk pangan nasional. 

Meski ketiga isu ini sangat penting dan strategis, namun jalan keluar dari ketiga isu permasalahan tersebut belum juga terlihat lebih gamblang jalan keluarnya. Hal ini karena begitu kompleksnya dan carutmarutnya permasalahan dan jalan keluar bagaimana mengembangkan ekonomi rakyat, sehingga menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terpenuhi.

Masyarakat, sebagai pemegang kedaulatan sah negeri ini berhak mendapatkan kesejahteraannya melalui aktifitas ekonomi kerakyatannya dengan mengelola lingkungan dan tanah mereka secara turun temurun. Aktivitas ekonomi kerakyatan ini terkait dengan ekonomi sub system ekonomi antara lain, pertanian, perkebunan, perikanan serta berbagai kegiatan ekonomi lainnya yang terkait.

Selama ini pengelolaan ekonomi negara yang bertumpu pada penguatan kapitalistik, sebagai implementasi dari rejim pertumbuhan, telah mengorbankan sebagian besar hak rakyat untuk sejahtera. Alih-alih untuk meningkatkan kesejahteraan, yang terjadi adalah terjadinya kesenjangan social yang makin dalam.

Ekonomi rakyat hanya menjadi sebatas jargon, dan kebijakan-kebijakan di lapangan dari rezim pemerintah yang satu dengan yang lain, sangat jauh dari kenyataan.

Ekonomi Rakyat Apa Kabar, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Almarhun Prof MubyartoMari kita tengok kembali pemikir besar ekonomi kerakyatan, sekaligus guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Almarhun Prof Mubyarto. Almarhum Prof. Dr. Mubyarto, di awal-awal pembangunan Indonesia, Almarhum Mubyarto memperjuangkan, baik secara akademis maupun praktis, agar cara membangun ekonomi Indonesia dilakukan dengan membangkitkan dan mempraktekkan ekonomi kerakyatan. Apa itu ekonomi kerakyatan? Menurut Mubyarto, ekonomi kerakyatan adalah system ekonomi serasa kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, dan menunjukkan pemihakan sungguh – sungguh pada ekonomi rakyat.

Fenomena yang terjadi saat ini, para pelaksana dan penyelenggara negara dihadapkan pada kenyataan untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya sumber-sumber penerimaan negara (tax), memproduksi barang public dan jasa public serta mengalokasikan sumber daya publik (APBN, APBD) untuk memilih barang publik dan jasa publik yang harus diproduksi, sesuai aspirasi politik rakyat.

Masalah besar kita hingga saat ini yang belum terpecahkan adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara maksimal yang tidak menimbulkan kesenjangan social, menciptakan kestabilan perekonomian, serta mengalokasikan sumberdaya yang dapat menjamin keadilan dan pemerataan, asset-asset ekonomi negara didistribusikan kepada warga negara, sehingga sumber penerimaan (income) rakyat tidak hanya dari penerimaan upah tenaga kerja, tetapi juga dari sewa modal dan deviden.

Rakyat, dalam ekonomi kerakyatan, bukan sebatas hanya sebagai buruh dalam perekonomian tetapi juga pemilik atau memiliki saham di sektor produksi. Rakyat dan masyarakat diberikan tanggungjawab sebagai pelaku perekonomian yang sesungguhnya.

Jika model pengembangan ekonomi Indonesia, memilih jalan lain dari konsep ekonomi kerakyatan, maka menangislah para pendiri bangsa ini yang telah merebut kemerdekaan dari para penjajah, karena generasi sesudahnya mengabaikan amanat-amanatnya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari