Tanggal Hari Ini : 18 Oct 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bisnis Kreatif yang Terus Terbuka Lebar
Jumat, 10 Agustus 2018 03:34 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Sukses film layar lebar  ‘Iqro’ dan   ‘Guru Ngaji’ di pada medio akhir 2017 tak lepas dari peran Nanang Kristanto sebagai seorang line promotions,  yang mendapat  job sebagai pengelola  promosi dan pemasaran  produk kreatif ini hingga sampai kepada masyarakat.

Memasarkan produk seni pertunjukan dan film melalui digital marketing adalah hal baru baginya, namun Nanang optimis dapat melakukannya dengan baik ketika pertama kali mendapat tawaran pekerjaan ini dari seorang produser film.

“Ini benar-benar tantangan baru, dan saya ingin mencobanya. Ternyata hasilnya tidak mengecewakan, justru saya semakin yakin bahwa bisnis kreatif akan terus berkembang dan semakin terbuka lebar,” ujarnya.

Film Iqro sukses dipasaran. Demikian juga dengan film Guru Ngaji. Film-film layar lebar bernuansa religius ini mendapatkan momentum yang tepat sebagai pertunjukan yang menghibur, namun memiliki nuansa edukatif yang lekat. Dukungan promosi dan pemasaran yang tepat menjadikan produk film Iqro dan Guru Ngaji meluas dan menjadi alternative bagi sebagian orang untuk menikmati hiburan akhir pekan.

Nanang Kristanto, nanang dan dunia digital, Kreativitas Tanpa Batas, iqro, publising film, perfilman indonesia‘Saya menyukai kontennya, karena itu saya sangat bersemangat mempromosikan film-film ini kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Banyak film-film baru di Indonesia, namun kontennya kurang greget sebagai media edukasi dan hiburan yang memadai ,”ujar Nanang.

Sebagai pekerja kreatif, Nanang tertarik untuk mendalami lebih banyak sisi bisnis produksi layar lebar, tidak sekedar sebagai line promotion saja. Menurut Nanang, peluang bisnis di industry kreatif, khususnya film memiliki nilai tambah yang luar biasa besar. Sebagai contoh, sebuah film layar lebar hanya dengan bermodalkan Rp3 miliar, mampu mendatangkan penonton hingga 300 ribu orang penonton. Jika harga tiket dijual Rp40.000, omzet bisnis yang dihasilkan mencapai Rp12 miliar. Anggap saja net profit dari hasil penjualan tiket dikurangi 50% bagi hasil dengan pemilik ruang pertunjukan, maka hasil yang diperoleh masih lumayan besar. Belum lagi dari hasil pendapatan lain seperti dari sponsor.

Kini Nanang sedang mencoba peruntungan baru di industry film layar lebar. Skenarionya sedang dibuat, dan ia mencoba profesi baru, bukan hanya sebagai line promotions, tetapi sebagai produser dan investor di film tersebut.

“Kalau dahulu saya bekerja dibayar sebagai praktisi internet marketing, dan melakukan berbagai kegiatan promosi dan pemasaran melalui digital media untuk produk film layar lebar, sekarang saya ingin menjadi produser sekaligus investornya. Keuntungan bisnis di industry kreatif, khususnya di industry film ini sangat besar,” ujarnya.

Langkah Nanang untuk terus meningkatkan dan mengembangkan bisnis dengan menjadi produser dan investor di industry-industri film layar lebar merupakan sebuah langkah berani, sekaligus menjawab tantangan baru bahwa bisnis kreatif sangat terbuka lebar. Semoga.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari