Tanggal Hari Ini : 18 Oct 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Portofolio Kredit UKM dan Consumer Mortgage tumbuh masing-masing 12% dan 40%; Rasio CASA membaik menjadi 48,3%
Senin, 23 April 2018 07:36 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

PT Bank Danamon Indonesia Tbk tanggal 20 April 2018 lalu mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal I tahun 2018. Laba bersih setelah pajak (NPAT) Bank Danamon kuartal I 2018 berada pada posisi stabil dibandingkan dengan setahun sebelumnya sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan secara kuartalan, laba bersih tumbuh 61% dari Rp 648 miliar di kuartal IV tahun 2017. Biaya Kredit (cost of credit) terus menunjukkan tren membaik atau turun sebesar 4% menjadi Rp 798 miliar dibandingkan setahun sebelumnya. Bank Danamon juga melanjutkan pengelolaan biaya operasional yang disiplin, menghasilkan rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio) pada tingkat 48%.

”Di awal tahun ini, kami membangun fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang. Bank Danamon terus meningkatkan layanan digital dan menjalin kemitraan strategis dengan institusi-institusi terkemuka guna menyediakan pengalaman yang lebih baik untuk nasabah. Pada tiga bulan terakhir, kami telah meluncurkan layanan dompet digital (D-Wallet) dengan DOKU, kemitraan Kartu Kredit Korporat dengan Shell, solusi pembayaran nontunai dengan Railink, serta kemitraan financial supply chain dengan beberapa perusahaan multinasional. Terkait kinerja, kuartal pertama tahun ini sudah menunjukkan tanda-tanda positif, seiring dengan kredit yang mulai tumbuh di beberapa segmen usaha, seperti segmen Consumer Mortgage, UKM dan pembiayaan kendaraan bermotor,” kata Satinder Ahluwalia, Chief Financial Officer dan Direktur Bank Danamon. 

 kredit danamon, Danamon, PT Bank Danamon Indonesia Tbk,  Kredit UKM dan Consumer Mortgage, Adira Finance, Adira Dinamika Multi Finance

Pertumbuhan Kredit di Segmen-Segmen Kunci

Pertumbuhan kredit pada kuartal pertama 2018 mulai menunjukkan tren positif, sejalan dengan portofolio kredit Danamon yang terus bergeser menuju segmen non-mass market. Total portofolio kredit dan trade finance Bank Danamon tumbuh 3% menjadi Rp 130,2 triliun pada kuartal  pertama tahun ini dibandingkan setahun sebelumnya sebesar Rp 126,4 triliun.

Kredit pada segmen UKM tumbuh 12% menjadi Rp 29,3 triliun. Sementara kredit Consumer Mortgage atau KPR tumbuh 40% menjadi Rp 6,6 triliun. Dalam hal pembiayaan kendaraan bermotor, pembiayaan total Adira Finance adalah sebesar Rp 46 triliun atau tumbuh 5% dibandingkan setahun sebelumnya.  Pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 17% untuk roda dua dan 30% untuk roda empat secara setahunan, didorong oleh industri otomotif yang sudah mulai pulih.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 6% menjadi Rp 124,5 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.

 

Pertumbuhan CASA

Giro dan tabungan atau CASA naik 11% menjadi Rp 50 triliun. Sedangkan rasio CASA membaik menjadi 48,3% dari 44,3% pada tahun sebelumnya karena peningkatan rekening tabungan yang bersifat granular. Untuk Deposito tercatat menurun 4% menjadi Rp 53,7 triliun, dimana Bank Danamon melakukan pelepasan dana mahal. Struktur pendanaan yang lebih baik ini menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah serta membangun fondasi yang baik untuk pertumbuhan kedepannya. Lebih lanjut, rasio kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) terkelola dengan baik pada tingkat 93,5%.

Rasio kecukupan modal Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank dikelompoknya. CAR konsolidasian berada pada posisi 21,6%, sementara CAR bank only tercatat sebesar 22,5%.

 

Kualitas aset membaik

Bank Danamon terus meningkatkan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Rasio kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) Danamon tercatat pada 3,1% dibandingkan dengan 3,2% pada kuartal pertama tahun lalu. Biaya Kredit (cost of credit) juga menurun 4% menjadi Rp 798 miliar. Rasio Biaya Kredit (cost of credit ratio) berada pada tingkat 2,5% atau membaik dibandingkan 2,7% pada setahun sebelumnya dan 3,1% pada kuartal sebelumnya. 

 

TENTANG BANK DANAMON

PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang berdiri sejak 1956, per 31 Maret 2018 mengelola aset sebesar Rp179,6 triliun bersama anak perusahaannya, yaitu PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance) dan PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance). Dalam hal kepemilikan saham, 52,93% saham Bank Danamon dimiliki oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., 19,90% oleh MUFG Bank, Ltd., 6,18% oleh JPMCB-Franklin Templeton Investment Funds, dan 20,99% dimiliki oleh publik.

Danamon didukung sekitar 1.500 jaringan kantor cabang konvensional, unit Syariah dan kantor cabang anak perusahaannya serta jaringan ATM Danamon, ATM Bersama, PRIMA dan ALTO yang tersebar di 34 provinsi. Selain jaringan fisik, layanan Danamon juga dapat diakses melalui Danamon Online Banking, aplikasi D-Mobile, D-Card, serta SMS Banking.

Danamon merupakan satu-satunya penerbit kartu debit, kartu ATM dan Kartu Kredit Manchester United di Indonesia serta penerbit kartu kredit American Express. Dengan beragam produk keuangan seperti Danamon Lebih, FlexiMax, Tabungan Bisa iB, Dana Pinter 50, KAB Bisa, dan Asuransi Primajaga, Danamon siap melayani kebutuhan nasabah dari berbagai segmen.

Danamon raih Corporate Governance Award dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) untuk kategori Top 50 of the Biggest Market Capitalization - Publicly Listed Companies. Dalam skala internasional, Bank Danamon meraih peringkat pertama di Euromoney Private Banking and Wealth Management Survey 2018 dalam kategori Philanthropic Advice. Untuk teknologi informasi, Bank Danamon meraih Financial Insights Innovation Awards 2018 sebagai  Asia’s Leader in Innovation Capability Management dari IDC Financial Insights.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari