Tanggal Hari Ini : 24 Jun 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kiat Membangun Etos Kerja
Senin, 09 April 2018 07:00 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh Gimin Sumalim

Seberapa besar sebuah etos mampu mempengaruhi perubahan? Seperti apa perubahan yang bisa terjadi?

Mengawali sebuah tulisan tentang etos,  ada sejarah empiris yang dapat dikemukakan sebagai sebuah ilustrasi, yaitu tentang etos bangsa Jepang. Sahdan ketika Jepang kalah perang dalam Perang Dunia ke-2, hampir dapat dikatakan seluruh infrastruktur ekonomi Jepang hancur. Penggangguran merajela, ekonomi luluh lantak, dan masa depan bangsa terlihat suram.

Namun pasca perang, bangsa Jepang mengikrarkan diri untuk bangkit dengan etos kerja yang tinggi. Revolusi etos ini telah menjadi budaya dan gerakan masyarakat Jepang. Pertama, mereka menyadari bahwa salah satu cara untuk maju dan memiliki daya saing adalah memiliki dan mempraktekkan semangat kerja keras pada semua bidang kegiatan. Mereka juga belajar sangat keras untuk mempelajari sesuai dan mengimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari. Prinsip kerja keras ini sebenarnya sudah diwariskan oleh Bushido yang mengajarkan tentang semangat yang tinggi dalam mencapai sesuatu.

Kedua, semangat Samurai yang terus dipelihara. Semangat Samurai yang diajarkan oleh bangsa Jepang adalah semangat untuk pantang menyerah. Semangat inilah yang ditanamkan kuat-kuat kepada seluruh sanubari bangsa Jepang. Semangat Samuari ini digunakan untuk membangun ekonomi Jepang dan budaya Jepang. Alhasil dalam waktu siangkat bangsa Jepang memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat luar biasa. Semangat ini telah menciptakan bangsa Jepang menjadi bangsa yang tak mudah menyerah karena sumber daya alamnya yang minim juga tak menyerah pada berbagai bencana alam, terutama gempa dan tsunami.

gimin sumalim, bank ekonomi, bank hsbc indonesia, bank index, kasus bank index, direktur utama bank index, Kiat Membangun Etos Kerja

Ketiga, bangsa Jepang menciptakan budaya kerja secara kolektif yang disebut  Budaya Keishan, yaitu budaya kerja yang selalu dituntut untuk kreatif, inovatif dan produktif. Konsep Keisan menuntut kerajinan, kesungguhan, minat dan keyakinan, hingga akhirnya timbul kemauan untuk selalu belajar dari orang lain.

Keempat, salah satu prinsip manajemen yang terintegrasi dalam mengelola sebuah komunitas atau perusahaan yang sangat dikenal di Jepang adalah   Prinsip Kai Zen. Prinsip ini hampir lebih dari setengah abad telah menjadi benckmark model pengelolaan perusahaan yang mengharuskan setiap individu yang terlibat dalam komunitas perusahaan memiliki komitmen yang tinggi pada pekerjaan. Setiap pekerjaan perlu dilaksanakan dan diselesaikan sesuai jadwal, tepat waktu, dengan standar yang benar, dan dengan optimalisasi yang tinggi.

Kelima, menciptakan pribadi-pribadi berkualitas. Perusahaan tidak hanya menampung orang bekerja, tetapi mengajarkan orang untuk bekerja. Setiap orang dibentuk untuk selalu disiplin, memiliki semangat kerja yang tinggi, memiliki mental positif, loyal, memiliki produktifitas yang tinggi, serta memiliki kebanggaan terhadap setiap pekerjaan yang dilakukan.

Kini setiap bangsa berlomba-lomba membangun etos dari local wisdom masing-masing agar mampu bersaing, bukan hanya mampu bersaing secara nasional tetapi dapat menang bersaing secara global. Bagaimana dengan Indonesia?

 

 


Tentang Penulis

Gimin Sumalim, atau yang sering biasa disebut Gimin Lim adalah salah seorang praktisi perbankan Indonesia yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia institusi keuangan tersebut. Pria yang lahir di di Sumatera Utara alumnus Fakultas Teknologi Mineral/ Petroleum Engineering dari Universitas Trisakti, Jakarta ini juga telah menamatkan pendidikan magisternya di Magister Management IBII, Jakarta pada tahun 1998. Selain pendidikan formal, Gimin juga telah mengikuti berbagai pendidikan informal, seperti training-training dan seminar-seminar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Karier Perbankan beliau di mulai dari PT Bank Bali pada tahun 1992-1996. Pada Juni 1996 beliau bergabung dengan PT. Bank Ekonomi Raharja (sekarang menjadi PT. Bank HSBC Indonesia) dengan menempati berbagai posisi, diantaranya adalah Relationship Manager, Branch Manager, Area Manager, Head of Product Management, Regional Business Development Head, Head of Consumer Banking, dan terakhir sebagai Direktur Retail Banking/Network & Distribution. Sejak Juli 2017,  ditunjuk sebagai Presiden Direktur Bank Index pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 30 Agustus 2017.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari