Tanggal Hari Ini : 14 Aug 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bayarlah Pajak Agar Usaha Anda Berkah
Senin, 12 Maret 2018 04:09 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Saat ini pemerintah sudah dengan terang benderang mengungkapkan bahwa pajak adalah sumber utama pendapatan negara. Semua harus membayar pajak secara tertib, tidak terkecuali pengusaha besar menengah, bahkan yang kecil sekalipun.
Para pengusaha kecil dan menengah di Indonesia jumlahnya luar biasa besar. Keberadaan UKM yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, berada di kota-kota besar, bahkan menyebar hingga ke pingiran kota dan pedesaan.
Walaupun kontribusi UKM bagi produk domestic bruto (PDB) berbanding terbalik dengan usaha besar, baik jumlah maupun nilai transaksinya, akan tetapi UKM memberikan kontribusi besar bagi penyerapan tenaga kerja, kesempatan berusaha, bahkan jiwa enterpreneurship. Misalnya, usaha fotokopi, warung kebutuhan rumah tangga, warung makan, laundry, bengkel, dan sebagainya. Terlebih di era digital seperti saat ini. Semakin banyak startup bisnis skala UKM yang melejit bisnisnya dengan adanya internet.
Bisa dibayangkan jika para Pelaku Bisnis di sektor UKM ini memahami, mengerti dan menjalankan kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar, maka akan memberikan kontribusi yang relatif besar pula terhadap pemasukan negara disektor perpajakan, yang ujung-ujungnya akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, bangsa dan negara kita.

Pemerintah sejak awal telah menyadari dan memahami potensi pajak yang sangat besar ini bagi pembangunan. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan dari usaha yang diperoleh, pemerintah telah menetapkan tatacara bagi UKM untuk membayar pajak. Para pelaku usaha kecil dan menengah membayar pajak berdasarkan omzet. Cara menghitung pajak penghasilan ini tidak serumit wajib pajak lainnya. Rumus utama perhitungan PPh badan untuk pengusaha kecil dan menengah adalah 1% dari omzet. Bagi usaha skala UKM namun memiliki omzet lebih dari Rp4,8 miliar tidak digolongkan lagi sebagai kelompok usaha UKM.

Bayarlah Pajak Agar Usaha Anda Berkah, para Pelaku Bisnis di sektor UKM, usaha skala UKM

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 46/2013, yang dikelompokkan skala usaha UKM adalah orang yang memiliki usaha sarana dan prasarana yang bisa dibongkar pasang, baik menetap ataupun tidak menetap, menggunakan sebagian atau seluruh tempat yang tidak boleh dipakai untuk berjualan, seperti PKL, pedagang asongan, dan warung tenda, wajib pajak yang belum beroperasi secara komersial, wajib pajak yang dalam kurun waktu 1 tahun beroperasi secara komersial dan mendapat semua penghasilan bruto lebih dari Rp4.8 miliar.
Contoh simulasi penghitungan pajak bagi pengusaha UKM. Misal pengusaha restoran setiap tahun memiliki rata-rata omzet setiap bulan sebesar Rp160 juta dikalikan 12 bulan sehingga total omzet setahun sebesar Rp 1.920.000.000 (satu miliar sembilan ratus duapuluh juta).
Dari omzet tersebut yang harus dilaporkan dan dibayarkan ke pajak adalah sebesar Rp19.200.000. Kelihatannya lumayan besar jumlahnya ya jika dibayar pada akhir masa pelaporan pajak tahunan, namun alangkah lebih baiknya jika pajak sebesar 1 % dari omzet tersebut dilaporkan dan dibayarkan setiap bulan. Tentu lebih ringan dan lebih baik dari sisi tertib administrasi dan usaha lebih berkah.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari