Tanggal Hari Ini : 17 Feb 2019 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Merencanakan Bisnis Di Tahun 2018 (Bagian 2)
Minggu, 11 Maret 2018 23:55 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Tahun demi tahun sudah terlewati. Berbagai perubahan juga sudah banyak terjadi. Sebagian orang, khususnya para calon pensiunan atau mahasiswa yang baru lulus, terutama yang telah membulatkan tekad untuk mengawali tahun 2018 dengan berbisnis atau berwirausaha berikut adalah catatan majalah Wirausaha dan Keuangan untuk membantu mempersiapkan rencana anda tahun depan. Simak yuk.
Pertama, belajar memproyeksikan bisnis kita di masa depan. Ini semacam angan-angan saja, seandainya-seandainya. Karena sebagai pemilik usaha anda harus memahami proyeksi-proyeksi yang terkait dengan bisnis kita, diantaranya adalah proyeksi omzet, dan proyeksi laba usaha.
Untuk mendapatkan gambaran mengenai proyeksi omzet dan laba usaha kita juga harus mengetahui gambaran produk, biaya produksi dan biaya operasional. Penting juga mengetahui harga-harga bahan baku yang menjadi dasar perhitungan omzet, dan besaran biaya operasional yang dibutuhkan. Karenanya, setiap pemilik harus memiliki wawasan dan pengetahuan tentang pengadaan barang. Contohnya, jika anda memiliki usaha kuliner rumah makan bebek goreng misalnya, maka untuk mendapatkan proyeksi omzet dan laba yang pas, anda harus mengetahui dan dapat menyusun harga perkiraan pembelian bahan-bahan, seperti daging bebek, bumbu dan biaya operasional lainnya. Termasuk menghitung biaya tenaga kerja, bunga bank jika anda menggunakan kredit modal dari perbankan.
Anda juga harus memiliki lebih banyak refensi dan data mengenai sumber pembelian dan harga yang paling efisien. Jika anda mampu menyusun proyeksi-proyeksi tersebut diatas dengan tepat, anda akan lebih mudah mengetahui adanya kendala atau dukungan yang perlu diberikan dalam bisnis anda, termasuk menentukan strategi dalam berhadapan dengan segmentasi pelanggan dan persaingan.

Merencanakan Bisnis Di Tahun 2018, Membuat Bisnis Plan, cara menghitung laba rugi

Penting juga bagi anda untuk memahami referensi harga, memahami perhitungan harga satuan, memahami komponen-komponen biaya, memahami analisis titik pulang pokok usaha, memahami apa yang disebut fixed cost, variable cost, cara mereduksi berbagai biaya menjadi lebih efisien, dan lain sebagainya.
Menjadi pewirausaha bukan hanya sekedar melek bisnis, bukan sekedar berjualan yang tidak tahu usahanya merugi atau untung, tetapi juga harus memahami perilaku bisnis dengan detail. Karena itu perencanaan sejak awal usaha sangatlah penting, tetapi jangan terjebak dengan perencanaan yang terlalu njliemet dan rigit karena hal itu akan membuat anda terlambat dan dapat mengakibatkan anda kurang cepat action. Yakini saja bahwa tidak ada perencanaan yang sempurna.
Edisi lalu kita sudah membahas mengenai Membuat Bisnis Plan. Langkah selanjutnya adalah menetapkan actionnya. Oya sebelum ada memulai bisnis, buatlah peta sederhana terhadap bisnis yang akan anda jalankan. Peta sederhana tersebut memuat jenis usaha dan produk, perkiraan dan proyeksi peluang bisnisnya, seperti apa pesaingnya yang sudah ada di pasaran dan yang ada di lokasi yang akan ditentukan, segmen masyarakat yang menjadi calon pelanggannya, hingga kekuatan produk anda dibandingkan dengan produk pesaing.
Untuk memastikan semua data yang anda perlukan valid, sebaiknya anda melakukan sendiri secara sederhana untuk melihat seberapa banyak orang yang berbisnis serupa dengan produk yang akan anda jual.
Selain itu anda juga harus mencari tahu bagaimana kualitas dan kekhasan produk yang sudah ada, sehingga anda ke depan tahu apa yang harus ditonjolkan saat melakukan promosi produk anda.
Mengutip laman www.matahidup.com, langkah selanjutnya adalah melakukan survey menyangkut rencana lokasi usaha yang akan digunakan. Lokasinya harus benar-benar strategis dan sesuai dengan bisnis yang akan anda jalankan. Misalnya, jika anda ingin membuka usaha percetakan dan penjilidan pastikan lokasi tersebut berada di area yang dekat dengan calon konsumen anda misalnya sekolah, perkantoran atau kampus.
Salah satu survey yang juga harus dilakukan adalah mengamati perilaku konsumen di lokasi yang akan didirikan usaha. Perilaku konsumen sangat menentukan produk dan jenis layanan apa yang tepat.
Salah seorang pengusaha warteg pernah mengungkapkan, mendirikan warung tegal lebih baik di kawasan pabrik atau perumahan jika dibandingkan di kawasan perkantoran yang elit, karena sebagian segmen warteg adalah kalangan menengah bawah. Berdasarkan pengalamannya mengetahui segmen yang tepat sangat berarti dalam menyediakan produk yang tepat juga.
Mengamati perilaku konsumen disini berarti memetakan kemungkinan jumlah peminat yang tinggi bagi produk yang akan kita jual. Sebagus apapun usaha yang anda jalankan, jika daya beli konsumen rendah akan berpengaruh terhadap bisnis anda. Sama halnya dengan minat konsumen, jika hanya segelintir orang yang membeli produk yang anda tawarkan, maka anda akan kesulitan menjual produk anda. (Bersambung ke edisi depan)

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari