Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Menelusuri Jejak Ahmad Zaky Membangun Bukalapak
Kamis, 03 Agustus 2017 05:04 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Perusahaan-perusahaan besar kini mulai terdisrupsi oleh perusahaan – perusahaan yang semula kecil mungil dan tidak diperhitungkan. Geliat fenomena perusahaan-perusahaan kecil bertumbuh menjadi usaha besar menemukan momentumnya dengan hadirnya dunia digital.

Pakar pemasaran, Rhenald Kasali mengungkapkan, era digital telah mengubah pola pikir seseorang. Jika dahulu orang berfikir untuk membeli, memiliki dan menguasai, maka kini berubah menjadi bagaimana memanfaatkan kekosongan atau kapasitas yang dimiliki oleh orang lain.

Untuk untuk mendirikan sebuah gerai supermarket atau supermall yang besar, selain diperlukan modal yang sangat besar juga infrastruktur yang rumit dan besar pula. Seperti kebutuhan penyediaan gedung dan lokasi parkir, sumberdaya manusia, juga peralatan pendukung lainnya. Bagi pebisnis pemula, cara konvensional ini sangat sulit untuk direalisasikan.

Ahmad Zaky Membangun Bukalapak, Alumnus ITB, Pakar pemasaran, Rhenald KasaliAchmad Zaky, Alumnus ITB ini, sejak merintis bisnis E-Commerce di awal tahun 2010 lalu telah memikirkan jauh kedepan model bisnis yang memungkinkan ia memiliki bisnis seperti supermall namun dengan modal dan pengelolaan yang lebih efisien.

Gagasannya sederhana. Ia ingin mempertemukan para penjual produk yang sebagian besar masih berskala UKM dengan jutaan pembeli yang terhubung dalam pasar digital.

Pertama kali gagasan dan ide bisnis ini dijalankan, berbagai kesulitan dan rintangan ia alami, termasuk penolakan dari para pedagang yang diajak untuk bergabung di marketplace Bukalapak yang ia dirikan. Sebagian besar menyangsikannya. Bahkan ketika ide bisnis ini ditawarkan ke investor, tak banyak yang tertarik untuk mendanainya.

Namun karena kultur digital marketing begitu sangat kuat hadir di Indonesia, maka dorongan berkembangnya marketplace ‘bukalapak.com’ juga sangat besar. Hingga akhirnya kini dapat muncul menjadi salah satu sebagai entitas bisnis digital yang sangat prospektif di Indonesia.

Salah satu kiat Zaky untuk memperbesar marketplace-nya adalah mencari mitra yang dapat men-support bisnisnya menjadi bisnis besar, bukan sekedar bisnis ecek-ecek semata. Beberapa investor telah mengucurkan dananya, antara lain Batavia Incubator, kemudian Rebright Partners Corfina Group. Tahun 2012, bukalapak mendapat kucuran dari GREE Ventures, dan menempatkan bukalapak sebagai salah satu marketplace yang dapat diakses melalui smartphone berbasis Android.

Melihat kesuksesan Bukalapak, jangan hanya melihat diujungnya hari ini. Achmad Zaki mati-matian membidani bisnis digital ini dari sebuah kontrakan kecil. “Dulu kami sering tidur di kantor kecil kami. Akhir pekan pun dipakai buat mengembangkan Bukalapak,” ujarnya kepada berbagai media yang mewawncarainya.

Kini aplikasi Bukalapak telah menjadi salah satu bisnis fenomenal hasil besutan anak muda Indonesia.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari