Tanggal Hari Ini : 21 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Mengenang 635 Hari Berpulangnya Bambang ‘Bob Satari Sadino’ Kita Rindu Celotehnya
Kamis, 06 Oktober 2016 08:13 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Tulisan ini dibuat bertepatan dengan 635 hari berpulangnya seorang motivator sekaligus pendobrak entrepreneur UKM Indonesia, Bambang Satari, atau sering disebut Bob Sadino kehadapan Sang Khalik. Ia meninggal dunia pada tanggal 19 Januari 2015 lalu dalam usia 81 tahun.
Beberapa tahun sebelum kepergiannya. Bob Sadino yang berusia sepuh, masih menyempatkan diri malang melintang mengadiri berbagai seminar kewirausahaan di berbagai kota. Ia tak segan-segan berceloteh keras dengan pesan yang sangat jelas, untuk berwirausaha tak perlu mikir. Bahkan dengan kalimat yang lebih sakartis lagi ia mengungkapkan kalau mau jadi pewirausaha sukses tidak perlu sekolah. Menurutnya, sekolah di Indonesia menjadi biang dan beban bagi seseorang untuk melangkah menjadi entrepreneur.
Bahwa untuk sukses, Bob berkali-kali mengungkapkan, bisnis harus dijalankan dengan kegigihan dan kerja keras. Jangan pantang menyerah. Kalaulah gagal jadikan kegagalan sebagai pelajaran yang berharga. Andaikan waktu diputar kembali, Bob ketika berbisnis akan memilih kegagalan berada di bagian awal perjalanannya. Iapun mengungkapkan kalimat yang banyak diingat oleh para pewirausaha, jika tidak pernah mengenyam kegagalan, maka seseorang juga tidak akan pernah merasakan keberhasilan.
Bob berdalih, kegagalan sebaiknya menjadi sansak kehidupan. Setiap orang harus mengalami kegagalan agar belajar darinya. Pun dalam berbisnis. Menurut Bob, usaha harus dijalankan dengan kesenangan, bukan karena keterpaksaan. Tidak perlu cerdas untuk menjadi pewirausaha sukses, yang dibutuhkan adalah kemauan yang keras, mau bekerja keras, dan mau mau mencoba dan berani, serta jeli melihat peluang.

Bob SadinoBob mengatakan, tidak ada teori ampuh atau tips paling jitu yang dapat mengantarkan seseorang menjadi pewirausaha hebat selain dari action secara terus menerus dan menimba sebanyak-banyaknya ilmu dan pengalaman nyata di lapangan.

 


Pemred Majalah Wirausaha & Keuangan, Isdiyanto bersama Almarhum Bob Sadino


 

Pelajaran-pelajaran bisnis yang diperoleh dari praktek langsung di lapangan adalah pengalaman yang nyata untuk mengatasi berbagai kendala dan hambatan yang ada dalam berwirausaha. Tidak akan pernah ada ilmunya secara teoritis bagaimana menghindari penipuan, berhubungan dengan mitra, meramaikan outlet, menemukan karyawan yang jujur dan dapat dipercaya, hingga menemukan system manajemen yang tepat bagi usaha yang dijalankan.
Andaikan usaha yang dijalankan telah memiliki standart operating procedure (SOP) pun, praktek dan pengalaman mengelola usaha nyata di lapangan adalah pengalaman yang wajib dikenyam, karena pengalaman-pengalaman tersebut pasti belum pernah dibahas dikelas, atau bahkan dipridiksikan sebelumnya, misalnya bagaimana menghindari penipuan, meningkatkan penjualan dengan memperbanyak jumlah pelanggan yang datang, memanage karyawan dengan berbagai karakter dan latar belakang, serta menghindari kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam pengelolaan usaha.
Bob Sadino mengatakan, teori –teori yang diberikan di kelas atau yang dipelajari di kampus, atau yang disampaikan di workshop-workshop kewirausahaan hanya sebatas teori yang sebatas tahu, belum sepenuhnya bisa. Semua ilmu yang diperoleh secara teoritis mungkin prosentasinya sangat kecil saat dipraktekkan di lapangan. Jadi kalau hari ini anda berfikir akan menjadi pewirausaha hebat di masa depan, tetapkan untuk segera action dan perbanyak pengalaman di lapangan.
Rahasia Bob Sadino
Di berbagai seminar kewirausahaan banyak orang yang menayakan apa rahasia terbesar Bob Sadino untuk sukses dan kiat-kiatnya berbisnis.
Sebenarnya cerita kisah hidup dan bisnisnya biasa-biasa saja. Ia mulai berjualan telur ayam kampung. Itu ia utarakan berkali-kali kepada setiap orang. Zaman ketika Bob masih susah dengan berjualan telor ayam bersama istrinya ke perumahan-perumahan, menawarkan satu persatu telor tersebut kepada pelanggan yang dikenalnya di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Cerita awalnya bisnisnya menjadi begitu dramatis. Mengapa begitu dramatis? Karena dipastikan tidak mungkin ada orang yang mau meniru cara Bob untuk memulai bisnis dengan berjualan telor. Tetapi justru inilah rahasia terbesarnya. Bob dan istrinya pandai berbahasa Inggris juga bahasa Jerman. Ia juga lihay melakukan kegiatan pemasaran. Bisa dibayangkan seseorang yang memiliki kepiawaian berjualan dengan pemahaman bahasa internasional yang mumpuni, seperti bahasa Inggris dan Jerman, akan membuat Bob berbeda dari yang lainnya. Seorang penjual telor tetapi dapat bergaul dan berkomunikasi dengan orang-orang bule! Rahasia itulah yang paling besar yang mengantarkannya menuju sukses sekarang. Bukan celana pendeknya.
Kini Bob Sadino sudah pergi. Tidak ada lagi celoteh yang menghantam pikiran dan perasaan kita yang masih malas berbisnis, yang masih ragu menjadi pewirausaha. Negara ini terlalu naïf dengan mengundang banyak orang asing mengelola dan berbisnis di negeri ini, sementara masyarakat lebih suka menjadi sekedar ‘kuli’ di negeri sendiri

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari