Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bahaya Laten Pengangguran
Kamis, 14 Januari 2016 04:09 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Saat perekonomian sedang turun dan melemah, ada bahaya laten tak terlihat yang sangat ditakuti oleh pemerintah di berbagai negara, yang disebabkan oleh bahaya laten pengangguran. Langkah-langkah untuk menghadang dan mengatasi dampak buruk pengangguran harus ditangkal lebih awal. Jika terlambat bahaya lebih besar akan terus mengancam.

Sejak tahun 2015 lalu hingga  kini, Eropa masih diselimuti krisis ekonomi yang mengakibatkan bertambahnya angka kemiskinan, kesenjangan sosial dan bertambahnya pengangguran. Begitu juga dengan negara-negara di belahan Benua lain dan negara-negara yang sedang perang dan bersengketa, jumlah penganggurannya meningkat tajam. Negara-negara di Asia Tenggara, terus berupaya  menekan angka penggangguran, termasuk Indonesia. Mereka sadar bahwa penggangguran memiliki effek domino yang sangat besar bagi stabilitas negara. 

Dampak serius yang ditimbulkan oleh meningkatnya pengangguran adalah berimbas pada kelesuan ekonomi. Kelesuan ekonomi menyebabkan daya beli masyarakat menurun, dan jika daya beli masyarakat menurun  maka permintaan terhadap barang dan jasa juga lesu. Kelesuan permintaan produk-produk dan jasa yang dipasar dapat memperlemah produktivitas usaha. Jika produktivitas usaha menurun, dapat dibayangkan siklus perlambatan ekonomi akan terjadi dan dapat berakibat krisis ekonomi.

Namun yang paling ngeri dari meningkatnya pengangguran adalah meningkatnya biaya sosial yang harus ditanggung pemerintah dan masyarakat akibat tingginya  angka kriminalitas, meningkatnya  masyarakat yang terkena stress dan depresi, serta maraknya aksi demonstrasi dan kerusuhan yang dapat saja terjadi akibat dari kecemburuan dan keputusasaan akibat pengangguran.  

Jika dahulu pembukaan lapangan kerja menjadi tanggungjawab pemerintah, kini semua bagian dari elemen masyarakat harus mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, dengan menjadi wirausaha mandiri.

BRI Peduli, Bahaya Laten Pengangguran, Wirausaha muda

Salah satu langkah yang dilakukan BRI melalui program BRI Peduli adalah dengan mendukung para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Langkah ini ditempuh dengan bekerjasama dengan beberapa kampus di Indonesia untuk menyiapkan para calon entrepreneur muda untuk disiapkan melalui iinkubasi yang ada di kampus masing-masing, dan BRI mendukung startup permodalan untuk usaha yang dikembangkan.

Diharapkan program ini mampu membuka lapangan kerja, dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan peran generasi muda untuk menyukai dan mau menjadi wirausaha. Selain pendanaan, BRI juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan kewirausahaan di kampus-kampus agar tercipta mindset baru, bahwa kampus kini menjadi kawah candradimuka untuk mengembangkan wirausaha.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari