Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Lahirnya Miliarder-Miliarder Muda Indonesia
Rabu, 13 Januari 2016 06:16 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merilis jumlah uang nasabah pada bank di Indonesia hingga September  2015 mencapai Rp 4.546, 949 triliun. Menarik dari data tersebut adalah adanya  222.778  rekening yang memiliki simpanan di atas Rp 2 miliar, dengan total simpanan mencapai Rp 2.617,612 triliun.

Data ini menunjukkan bahwa kini semakin banyak dan semakin bertambah jumlah nasabah yang memiliki uang simpanan Rp2 miliar atau lebih di bank. Imbas semakin meningkatnya jumlah entrepreneur di Indonesia, dan semakin banyak entrepreneur muda yang menjadi miliarder-miliarder baru.

Beberapa entrepreneur muda miliarder dan  fenomenal makin bermunculan di bumi pertiwi, dan hal ini menunjukkan kecenderungan yang membanggakan, diantaranya  dari pebisnis anak-anak muda adalah William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia, Ahmad Zaky, pendiri Bukapalak.com, serta Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, serta masih banyak anak-anak muda muda lainnya yang bergerak di berbagai bisnis dan usaha dengan omzet dan penghasilan miliaran rupiah per harinya. Berikut profil singkat pendiri Bukalapak.com yang dinukil untuk rubrik ini.   

 

Achmad Zaky, Pendiri Bukalapak.com

Masih ingat iklan permohonan maaf ala Bukalapak.com yang membanjiri TV akhir Desember 2015 lalu? Bukalapak.com memang telah menjelma menjadi perusahaan  e-commerce padat modal dan omzet yang terus melimpah. Menurut sebuah informasi yang dilansir media, sejak didirikan pada  awal 2010, bukalapak.com kini telah memiliki 500.000 pelapak ukm yang berjualan di situs ini, omzetnya meski tak dipublikasikan secara lengkap tetapi sejumlah pihak sudah meramal omzetnya telah bernilai ratusan miliar.  

Achmad Zaky, Pendiri Bukalapak.com, Miliarder-Miliarder Muda Indonesia

Saat mendirikan Bukalapak.com, Ahmad Zaki bermimpi tentang keinginannya memberikan solusi bagi para pengusaha UKM untuk mendapatkan akses promosi dan pemasaran yang tak terbatas, dan setara dengan perusahaan-perusahaan besar agar produknya sampai pada  masyarakat. Namun masalah terbesar dalam bisnis e-commerce di Indonesia adalah kepercayaan. Masalah kepercayaan ini pulalah yang menyebabkan 10 orang yang ingin belanja online,  8 orang masih tidak percaya bahwa  barang yang dibeli secara online bisa sampai ke tangannya, proses pengirimannya cepat atau tidak, barangnya apakah cocok dengan ekspektasinya. Dari 8 orang yang masih tidak percaya, 2 orang di antaranya menjawab takut tertipu saat membeli produk di situs online.

Menurut Ahmad Zaky, lahirnya Bukalapak.com tidak serta merta mereguk sukses secara tiba-tiba.  Ada proses edukasi kepercayaan yang terus menerus, tidak hanya kepada buyer tetapi juga kepada seller.  Bagi seller bagaimana mereka dapat revenue tinggi,  dan sebaliknya buyer membutuhkan informasi seller yang menjual barang bagus dengan harga yang baik.  Keduanya ini harus di manage dan harus diedukasi.

Soal edukasi ini, Ahamd Zaky pernah bertemu pemilik  counter HP yang memiliki produk bagus dengan harga yang relatif lebih murah. Ketika ditanya mengapa tidak berjualan secara online, jawabannya karena takut terjadi perang harga, yang justru merugikan mereka. Pemilik counter HP tersebut menengari forum jual beli di online cenderung jadi ajang perang harga. Padahal, menurut Zaky, bisa saja pemilik counter HP tersebut memberikan service dan kelebihan atau keunggulan yang berbeda dengan counter HP yang lain. Menurut Zaky, kredibilitas toko online sangat dipengaruhi kredibilitas produk yang dijual, layanan pengantaran yang cepat, hingga produk sampai ke tangan pelanggan dengan kualitas yang terjaga.

Saat mengembangkan Bukalapak.com  agar menjadi lebih besar Ahmad Zaky sadar pertarungan di bisnis e-commerce di Indonesia kian ketat karena itu diperlukan modal yang lebih besar untuk menjalankan bisnis ini. Namun langkah mengembangkan usaha juga penuh perjuangan. Ia sempat mengajukan proposal fundraising ke beberapa investor lokal dan beberapa kali ditolak, meski permohonan fundraisingnya hanya sebesar Rp100juta, tak banyak perusahaan investasi meliriknya.

 Pada pertengahan 2011, Bukalapak.com mendapatkan suntikan dana investasi dari  Batavia Incubator (batavia-incubator.com), sebuah perusahaan investasi asal Jepang yang tertarik dengan model bisnis Bukalapak.com. Perusahaan ini  menyediakan dana investasi sebesar US$ 300.000,  yang digunakan oleh Bukalapak.com  untuk mengembangkan marketplace di Indonesia.

Salah satu keunikan dan keunggulan Bukalapak.com adalah menawarkan marketplace C2C (customer to customer), yaitu marketplace yang menawarkan kepercayaan bagi customer maupun seller dalam melakukan transaksi secara online.

Jika sebelumnya banyak muncul kasus penipuan dalam bisnis ini, maka BukaLapak.com datang untuk memfasilitasi perlindungan terhadap pihak penjual dan pihak pembeli, dengan menciptakan sistem transaksi jual beli online yang aman.

BukaLapak.com mensyaratkan seluruh proses transaksi dan pembayaran melalui sistem mereka, yang tentu mereka jamin keamanannya. Dalam prosesnya, pembeli melakukan pembayaran melalui rekening BukaLapak.com, dan kemudian mengkonfirmasikannya kepada penjual. Setelah barang dikirim dan diterima oleh pembeli, barulah BukaLapak.com mencairkan dana hasil penjualan tadi kepada penjual atau pemilik produk.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari