Tanggal Hari Ini : 21 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Telkom Dukung Lahirnya Satu Keluarga Satu Pengusaha
Sabtu, 20 September 2014 10:19 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom ) Tbk, mendukung gagasan lahirnya Satu Keluarga Satu Pengusaha oleh Komunitas Majelis Taklim Wirausaha (MTW) yang dimotori oleh Ustad Valentino Dinsi.

Menurut Ustad Valen, Pihak Telkom yang memiliki kantor cabang di berbagai daerah di seluruh Indonesia bersedia menyediakan tempat bagi kegiatan Komunitas MTW. 

Gagasan Satu Keluarga Satu Pengusaha oleh Penulis Buku Jangan ‘Mau Seumur Hidup Menjadi Orang Gajian ini’ diharpkan dapat menjadi solusi bagi bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi dan kemiskinan.

Menurut Valen, sebagian kemiskinan yang ada di negeri ini disebabkan oleh rendahnya jiwa kewirausahaan oleh bangsa ini.

Ustad Valentiono Dinsi

Allah, lanjut Ustad Valen,  telah menyediakan banyak peluang agar manusia bisa berikhtiyar dan mendapatkan berkah dan  rejeki untuk kelangsungan dan kesejahteran hidupnya, namun ia menggarisbawahi bahwa rejeki tidak datang begitu saja.

“Meskipun rejeki sudah ditetapkan oleh Allah, namun rejeki yang diperoleh manusia tergantung dari usaha seseorang untuk mencapainya. Semakin serius ia bekerja, semakin besar peluang rejeki yang akan ia dapat, tentunya dengan kerja kerasa, cerdas, tuntas dan ikhlas. Jangan berharap rejeki datang kalau malas-malasan,” ujarnya.

Ustad Valen juga mengungkapkan, rejeki setiap manusia tergantung dari apa yang diupayakan. Semakin besar resiko bisnisnya semakin besar peluang rezeki yang ada dibaliknya, demikian jga sebaliknya,  jika bisnis risikonya kecil, peluang rejeki yang ada dibaliknya juga kecil.

“Peluang bagi yang mau bekeringat, berani bekerja keras, berpikir lebih keras dan cerdas untuk meraih rejeki, hasilnya berbeda dengan yang santai-santai saja, tidak mau bekerja keras dan ceradas,” jelasnya.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari