Tanggal Hari Ini : 12 Nov 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Tantangan Komunitas Tangan Di Atas Dari Kumpulan Jadi Gerakan Kewirausahaan
Selasa, 26 Februari 2013 11:21 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Sudah banyak perkumpulan bisnis atau organisasi kewirausahaan di Indonesia, namun kehadiran komunitas Tangan Di Atas yang berdiri sejak tahun 2006 lalu menarik untuk diulas dalam rubrik ini. Perkumpulan besar ini, awalnya hanya sebuah gagasan kecil dari seorang Roni Yuzirman, pebisnis fashion di Jakarta yang menulis berbagai pengalaman kegiatan berbisnis dalam blog pribadinya, di www.roniyuzirman.com.

Blog itu bukan hanya bercerita tentang kisah ia berbisnis, tetapi juga strategi, mimpi dan gagasannya,  tentang kebangkitan para pegiat bisnis kecil, tentang kesederhana dan kemuliaan profesi sebagai seorang pebisnis.

Seseorang, yang menjadi inspiratornya. Haji Alay, menguatkan jalan pikirannya bahwa menjadi pebisnis atau pengusaha bukan karena keterpaksaan tetapi sudah harus menjadi jalan hidup sejak awal.

Rezeki, bukan hanya didapat hanya karena menjadi pegawai negeri/swasta, tetapi menjadi pengusaha kecilpun tetap merupakan pilihan mulia.

Mindset menjadi pengusaha adalah mulia inilah yang menjadi arus utama diskusi Roni dan Haji Alay, dan para pembaca blognya dalam sebuah pertemuan yang ia selenggarakan. Saat itulah, kemudian melahirkan komunitas Tangan Di Atas. Sebuah komunitas yang berpandangan bahwa memberi itu lebih baik dari meminta. Seorang pebisnis memiliki kewajiban mengulurkan tangannya untuk ‘memberi’/menolong sesama dengan  memberikan lapangan kerja, memberikan upah terbaik dan memperluas kegiatan perekonomian masyarakat sebagai bentuk pengejawantahan ‘tangan diatas’.

Komunitas Tangan Di Atas (TDA) merupakan sekumpulan pengusaha dan calon pengusaha yang intens mendiskusikan tentang bisnis, peluang bisnis dan strategi bisnis, bahkan hal-hal yang sangat sederhana, misalnya tentang berbagi kabar, tips bisnis, bahkan sekedar berbagi cerita tentang perkembangan usaha para anggotanya  melalui saluran komunikasi mailing list (milis) yahoogroups yang pada awal tahun 2006 merupakan saluran komunikasi yang sangat familiar bagi para anggota komunitas. Namun jumlah anggota milisnya kemudian mengalami pertambahan yang sangat signifikan, tahun demi tahun, bahkan pada akhir tahun 2012 jumlah anggota milis sudah mencapai angka 20.000 orang anggota yang tersebar di berbagai kota di Indonesia .

Komunitas TDA

Komunitas TDA

Komunitas TDA

Komunitas TDA yang awalnya hanyalah kumpulan para pengusaha, hanya mendiskusikan tentang internal kegiatan usaha mereka, kini telah menjadi sebuah gerakan kewirausahaan yang sangat mempengaruhi ‘suhu’ dan perbincangan kewirausahaan nasional. Bahkan TDA telah menjadi salah satu icon kebangkitan kewirausahaan Indonesia khususnya bagi para pemula dan pebisnis UKM. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ke depan TDA adalah sebuah ‘bola salju’ besar yang menjadi embrio gerakan kewirausahaan nasional dan para pelakunya bertumbuh menjadi pebisnis-pebisnis besar di masa mendatang.  

Untuk mengakomodir berbagai pertemuan, Komunitas TDA mengadakan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dan skill entrepreneurship para anggotanya melalui forum-forum bulanan seperi seminar, workshop, kelompok mastermind, kegiatan focus group discussion (FGD) hingga kegiatan besar berupa pesta wirausaha yang melibatkan ribuan anggota yang hadir dalam acara tersebut.

Seperti halnya sebuah organisasi kewirausahaan, seperti TDA, tantangan terbesarnya adalah menciptakan independensi dan kemauan untuk action yang lebih giat dan lebih keras untuk mendorong para anggotanya untuk bekerja lebih kreatif, mampu menghadapi tantangan persaingan bisnis yang lebih keras, serta menciptakan peluang-peluang bisnis dari sumber daya alam dan sumberdaya manusia serta potensi lainnya yang sangat besar di Indonesia.

Tanpa itu, Komunitas Tangan Di Atas (TDA) hanya sekedar ‘brand’ yang tidak ada bedanya dengan komunitas-komunitas lainnya, dan akan jauh dari semangat ‘memberi’ yang merupakan inti dari berdirinya komunitas ini.  

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari