Tanggal Hari Ini : 21 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Mindset Kewirausahaan Dan Gangguan-Gangguan Itu
Selasa, 26 Februari 2013 10:44 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Kewirausahaan di Indonesia menunjukkan gairahnya yang sangat besar. Namun gairah besar saja, menurut  Rhenald Kasali, professor  dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tidak cukup  dan bahkan di Indonesia cenderung ada banyak gangguan,  dan hal itu tidak disadaari oleh masyarakat Indonesia.  

Menurut  Rhenald, berdasarkan catatan  yang dilansir Ciputra ada 0,08 persen orang Indonesia yang menjadi entrepreneur, namun data saat ini menunjukkan bahwa sektor informal di Indonesia sudah mencapai 55 juta orang. “Sekarang berdasarkan data sudah ada 55 juta orang bekerja di sector informal, ini kenyataan,” cetusnya.

Gangguan-gangguan tersebut menurut Rhenald sangat banyak,  antara lain  banyak orang yang mengajari  untuk menjalankan bisnis dengan jalan pintas, mengajari bisnis cara cepat kaya dengan sesaat,  mengajarkan bisnis tidak pakai kerja  keras dan tidak mau belajar, merasa keberuntungannya dapat didapat tanpa kerja keras.

“Semua  itu sangat menganggu,  sehingga memunculkan banyak  pelaku bisnis yang  tidak memiliki mindset bisnis dan berwirausaha yang benar,” ujarnya.

Akhirnya, lanjut  Rhenald,  bermuncullah usaha-usaha yang  tiba-tiba difranchisekan meskipun belum teruji benar keberhasilannya, tujuannya  hanya segera mendapatkan uang, setelah itu ditinggal, yang hanya dapat franchise fee saja tetapi  tidak menyediakan  royalty fee, tidak membuat produk dan mengembangkan produk yang bagus, sehingga sama-sama belajar mengembangkan bisnis dengan baik

Reynald Kasali, Mindset Kewirausahaan dan Gangguan Itu.

Menurut Rhenald, Indonesia harus kembali membangun industriawan-industriawan, bukan hanya sekedar menjadi entrepreneur sesaat,  yang  berbasis pengetahuan,   kemudian memberikan wawasan kepada  para calon entrepreneur  dengan befikir long term, karena kewirausahaan adalah profesi seumur hidup, bukan profesi jangka pendek.

Di berbagai negara kebangkitan entrepreneur ditandai dengan lahirnya  industriawan-industriawan,   tetapi sekarang di Indonesia yang datang adalah para pedagang kaki lima.

“Semua serba digerobakkan. Ini pertanda  adanya pengerdilan bisnis di Indonesia. Meskipun harus diakui bahwa sudah ada yang menuju ke arah yang lebih besar,” ujar Rhenald.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari