Tanggal Hari Ini : 01 Aug 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Fauzan Hangriawan,Usaha Pembenihan dan Pembesaran Lele Sangkuriang Organik
Selasa, 09 Oktober 2012 10:14 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Beternak Lele? Mengapa tidak. Fauzan Hangriawan (24) mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Jakarta ini telah membuktikan bahwa beternak lele juga dapat memberikan penghasilan yang baik. Hal itu karena jumlah permintaan masyarakat dan pemasaran lele terus meningkat setiap bulan. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Majalah Wirausaha dan Keuangan, di wilayah Jabodetabek saja permintaan lele setidaknya mencapai tidak kurang dari 17 ton lele setiap hari.

Variasi menu, cara pengolahan serta meningkatnya image lele sebagai produk makanan sehat terus meningkat sehingga konsumsi ikan lele juga semakin banyak, bukan saja di gerai-gerai rumah makan kaki lima yang menyajikan ikan lele sebagai menu utama, tetapi di resto-resto berkelas, dan di rumah tangga pun lele telah menjadi salah satu menu favorit yang banyak peminatnya. Perjalanan Fauzan menekuni usaha pembenihan dan pembesaran lele Sangkuriang berawal dari pertemuannya dengan seorang master Lele Sangkuriang, Nasrudin.

Nasrudin adalah seorang peternak sekaligus pelatih usaha budidaya Lele Sangkuriang asal Gadog, Kawasan Puncak, Jawa Barat. Setelah belajar dan berlatih usaha pembenihan dan pembudidyaan lele dari Nasrudin, motivasi Fauzan untuk berwirausaha usaha pembenihan dan budidaya lele Sangkuriang meningkat. Selain prospek bisnisnya bagus, ia ingin membantu masyarakat sekitar di Kawasan Kavling DKI, Cipedak, Jakakarsa, Jakarta Selatan meningkatkan penghasilannya dengan cara budidaya lele.Menurut Fauzan, memelihara lele Sangkuriang cukup mudah, teknologinya juga sangat sederhana, dan hanya dengan masa pemeliharaan tiga bulan saja lele sudah bisa dipanen. Masyarakat bisa membudidayakan lele Sangkuriang di halaman rumah dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong, bahkan di lahan yang minim sekalipun.

Lele Sangkuriang mulai dikembangbiakkan pada tahun 2001 dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Nama Sangkuriang yang diberikan diambil dari legenda Tanah Pasundan untuk menandakan lokasi asal pembiakan lele jenis tersebut, yang dibiakkan dari perbaikan genetik melalui silang balik antara induk betina lele Dumbo generasi kedua (F2) dan jantan lele Dumbo generasi keenam (F6). Induk betina (F2) berasal dari keturunan kedua lele Dumbo yang diintroduksi ke Indonesia pada tahun 1985.

Berwirausaha Sejak SMA Berwirausaha bagi Fauzan bukan hal baru. Sejak SMA hingga berlanjut ke masa kuliah, Fauzan telah membantu kedua orangtuanya memperoleh penghasilan tambahan dengan berjualan. Mulai dari berjualan kerupuk hingga nasi bungkus. Kegiatan tersebut ia lanjutkan hingga memasuki perguruan tinggi, dengan mencoba usaha berjualan siomay, membuka usaha foto copy dan percetakan, serta beternak lele Dumbo. Namun usaha budidaya lele Dumbo mengalami ba-nyak kendala dan hambatan. Ia ingin meng-atasi kendala dan hambatan dalam beternak lele kepada orang yang ahli dibidangnya.

Itulah awal perkenalan Fauzan dengan master lele Sangkuriang, Nasrudin. Kepada Nasrudin ia belajar belajar cara memijah, pemeliharaan, hingga budidaya lele Sangkuriang. Fokus Bisnis Lele Sangkuriang Pada bulan November 2009, dengan modal Rp4,5 juta yang ia peroleh dengan cara patungan bersama teman, ia membeli indukan lele Sangkuriang. Sebagian biaya tersebut digunakan untuk biaya pembuatan kolam sebanyak 8 kolam untuk memulai usaha. Setelah semua hasil pelatihan dipraktekkan hasilnya mulai terlihat, setidaknya 3 bulan setelah usahanya berjalan, Fauzan mampu menjual sekitar 120 ribu benih lele dan 100 kg lele Sangkuriang. Lele Sangkuriang tersebut dijual ke pasar tradisional, rumah makan Padang dan warung pecel lele kaki lima di wilayah Jabodetabek.

Melihat upayanya mulai berhasil, Fauzan mengajak masyarakat sekitar untuk membuat usaha serupa, dengan menjadi mitra usaha. Dengan cara kemitraan tersebut, sepanjang tahun 2010 lalu Fauzan mampu menjual setidaknya 150 ribu benih lele dengan harga Rp150 per ekor per bulan, serta menjual lele Sangkuriang konsumsi sebanyak 2 ton per bulan dengan harga jual rata-rata Rp15.000, yang diproduksi dari 60 kolam milik 20 petani yang menjadi mitranya.

Untuk meningkatkan kapasitas dan budidaya yang lebih baik, Fauzan terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada mitra-mitranya dengan melakukan transfer ilmu dan teknologi budidaya lele yang baik, membuat kelompok-kelompok budidaya lele, membuat pakan alternatif, memperbaharui penggunaan media dengan terpal, mengubah struktur kolam dari menggunakan bambu menjadi batako, serta penggunaan ramuan herbal untuk lelenya. Harapannya, tahun 2011 ini ia mampu mengajak lebih banyak mitra lagi dari 20 menjadi 30 mitra sehingga produksi benih lele bisa mencapai 300 ribu per bulan, dan produksi lele Sangkuriang minimal mencapai 3 ton per bulan. Lele, bisnis yang menggiurkan bukan?

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari