Tanggal Hari Ini : 19 Sep 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Menikmati Pariwisata di Ende
Rabu, 03 Oktober 2012 17:21 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Datanglah ke Ende, kawasan dengan keindahan yang tiada tara. Di sana anda dapat menikmati keindahan alam Kelimutu, menginap di bungalow yang beraksitektur Ende-Lio dengan harga terjangkau, sembari menikmati
kicauan Gerugiwa menyambut datangnya sang fajar. Anda juga dapat mengunjungi perkampungan adat Wolotopo, sebuah kampung adat yang dibangun di le-reng sebuah bukit dengan pandangan lepas ke laut selatan. Dengan jarak 12 km kearah timur dari Kota Ende, Wolotopo dapat ditempuh dengan kenda-raan roda dua dan roda empat dengan waktu sekitar 30 menit perjalanan.

Keunikan dari Kampung Wolotopo adalah bangunan rumah adat dan pemukimannya yang dibangun diatas susunan batu-batu yang tinggi dan kokoh. Wolotopo didiami oleh komunitas adat yang sangat konsekuen dalam pengemba-ngan seni, kerajinan tenun dan sebagai wilayah penghasil bengkoang terbesar untuk Kabupaten Ende.
Selain itu, anda juga dapat meneruskan perjalanan mengunjungi perkampungan adat Nggela yang berada di Kecamatan Wolojita yang terbangun dari 9 (sembilan) buah rumah adat (Sa’o Benga Dero, Sa’o Mberi Dala, Sa’o Ame Nggape, Sa’o Tani Mo’i, Sa’o Siga Bata, Sa’o Benga, Sa’o Labo, Sa’o Tua dan Sa’o Siga) dengan fungsi, peranan dan kekhasannya masing-masing.

Terletak sekitar 70 km arah selatan dari Kota Ende yang dapat ditempuh melalui akses darat dan laut. Nggela juga terkenal dengan kerajinan tenun ikat yang sangat memikat. Di Nggela juga terkenal dengan permandian air panas yang memiliki kadar belerang yang tinggi sehingga berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Anda belum ke Ende jika belum ke Kelimutu, danau tiga warna yang merupakan kawah berwarna di puncak gunung Kelimutu ini terbentuk dari aktivitas vulkanik jutaan tahun lalu, merupakan fenomena alam yang tidak ada duanya di muka bumi. Menurut legenda ketiga danau tersebut merupakan kampung arwah. Danau Atapolo yang berwarna merah dipercayai sebagai tempat bersemayamnya arwah orang jahat.

Danau Nua Muri KoO Fai yang berwarna hijau tosca merupakan tempat arwah muda-mudi dan danau Ata Mbupu yang berwarna hitam merupakan tempat arwah para orang tua atau bijaksana. Danau Kelimutu termasuk salah satu Kawasan Taman Nasional di Indonesia yang dikenal dengan Kawasan Taman Nasional Kelimutu yang memiliki luas 5.356,50 ha. Berjarak 66 km dari Kota Ende yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Waktu tempuh menuju Danau Kelimutu dari Kota kira-kira 2,5 sampai 3 jam. Kini anda juga dapat menikmati indahnya air terjun/ae poro Kedebodu yang berada di desa Kedebodu, Kecamatan Ende Timur, kira-kira 13 km dari pusat kota Ende atau 5 km dari terminal Roworeke dengan waktu tempuh 20 menit.

Letaknya yang relative dekat dengan kota Ende menjadikan obyek ini sebagai alternative pilihan bagi warga kota untuk mengisi waktu libur singkat sambil berekreasi. Selain keindahan alam yang fantastik, di Ende juga terdapat agrowisata yang berada di Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu dengan jarak kurang lebih 54 km dari Kota Ende yang dapat ditempuh dengan 2 jam perjalanan, Waturaka merupakan salah satu dari 24 komunitas adat suku Lio yang menjadi penyangga Kawasan Taman Nasional Kelimutu. Iklim dan keadaan alam yang sejuk dan tanahnya yang subur memberikan peluang bagi penduduk lokal untuk berusaha dalam bidang pertanian/agraris dengan tanaman lokal yang unik dan bernilai ekonomis seperti tomat, lombok, wortel, sayur-sayuran dan kentang.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari