Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Revolusi Atau Mati
Selasa, 31 Juli 2012 14:51 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh  Isdiyanto, Pemimpin  Redaksi

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia sangat menarik. Menarik karena jumlahnya yang sangat banyak, mencapai 50 juta lebih pengusaha, tetapi yang lebih menarik lagi adalah ‘fenomenanya’. Melihat UKM di Indonesia, seperti melihat sebuah perahu di tengah lautan, timbul tenggelam. Kadang Nampak, kadang tidak. Kelangsungannya sangat riskan, bahkan kadang muncul, kadang tenggelam.

Namun yang membuat fenomena lagi adalah UKM Indonesia juga mampu bersiasat dengan cepat, dan bermetamorfosis dalam berbagai situasi dan kondisi ekonomi yang sulit sekalipun.  Namun kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus, dengan cara membiarkan UKM-UKM Indonesia melakukan akrobatik tiada henti. Berapa usaha mikro yang dapat naik kelas menjadi pengusaha kecil, dan berapa pengusaha kecil yang menjadi naik kelas menjadi pengusaha menengah, serta berapa pengusaha menengah yang bisa menjadi pengusaha besar? Belum ada data yang pasti untuk disajikan di sini. Kecuali semakin banyak usaha-usaha instan yang muncul secara tiba-tiba dan mencengangkan.

Peran negara sebagai regulator dan fasilitator harus  sangat nyata dirasakan oleh UKM-UKM Indonesia. Karena jika hal ini tidak dilakukan, maka UKM sebagai penyangga system ekonomi masyarakat dapat goyah dan hilang perannya, dan berakibat buruk bagi perekonomian nasional. Ingat penyelamat ekonomi dari krisis adalah para UKM yang sangat fleksibel dan kenyal dengan krisis.  Para legislator harus mampu menangkap fenomena ini, demikian juga dengan para eksekutif baik di Pusat maupun di daerah. Caranya? Buatlah regulasi yang menguntungkan UKM-UKM kita. Buatlah kebijakan yang mendukung berkembangnya UKM-UKM kita. 

Namun ditengah kesulitan dan berbagai situasi yang kurang mendukung, pengusaha UKM memiliki caranya sendiri untuk tetap hidup. Para pengusaha UKM mampu melakukan perubahan dengan cara revolusi. Karena jika hal itu tidak dilakukan ia akan mati tergilas perubahan.

Toko online adalah cara bersiasat sekaligus bentuk ‘revolusi’ para UKM-UKM untuk survive ditengah system kapitalistik yang memperlemah UKM-UKM Indonesia. Toko online adalah cara terpendek untuk menciptakan keseimbangan antara produk yang dihasilkan dengan system pembayaran yang langsung diterima UKM, yang terhindar dari system bisnis rente yang seringkali merugikan pengusaha UKM.

Di pusat grosir grosir  atau perdagangan lainnya, di supermarket-supermarket, atau sekelasnya yang berada di kota-kota besar, tengoklah, siapa menolong siapa.   Para pengrajin-pengrajin, pemilik dan pembuat produk, para produsen-produsen yang sebagian pengusaha mikro dan kecil dari berbagai daerah dan dari pusat-pusat produksi harus berjibaku menghasilkan produk dan jasa ini menjadi penyokong system bisnis yang tak seimbang. Selain harus dipaksa untuk bersaing dengan pebisnis besar, para pebisnis UKM juga sering menerima berbagai ketidakadilan.  Kapan pengusaha UKM akan bisa berjaya?

Melalui toko online, mungkin hal itu segera bisa menjawabnya. Karena produsen dapat memiliki akses langsung bertransaksi dengan pembeli dengan system pembayaran yang memperkuat struktur keuangan pengusaha UKM, yaitu pembayaran cash, dan memperpendek matarantai bisnis yang panjang, yang membuat produk kita tidak efisien.  

Biarlah revolusi itu berjalan dengan momentumnya sendiri. Salam.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari