Tanggal Hari Ini : 21 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
SMESCO UKM Ajang Promosi atau Museum ?
Jumat, 04 Mei 2012 15:36 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP KUKM) atau yang lebih dikenal Small and Medium Entrepresis and Cooperatives (SMESCO) merupakan Pusat Pelayanan Promosi, Inovasi dan Pemasaran KUKM berskala Internasional di bawah Kementrian Koperasi dan UKM. Namun keberadaan SMESCO UKM belum mencerminkan sebagai pusat promosi yang ideal, terbukti dengan minimnya pengunjung, bahkan pada hari Sabtu atau Minggu sekalipun.

Saat majalah Wirausaha dan Keuangan berkunjung UKM Galery  SMESCO dan melihat-lihat dari dekat, suasana sepi menyelimuti hampir seluruh ruangan ini. Di bagian bawah, lantai dasar yang banyak mendisplay produk-produk fashion, ruangan yang besar dan luas nyaris melompong dengan hanya satu dua pengunjung yang datang. Sementara di lantai dua yang banyak mendisplay produk-produk handicraft juga setali tiga uang. Sementara dilantai tiga yang banyak ditempati display penjualan produk-produk furniture justru tidak menampakkan suasana promosi yang menarik minat pengunjung untuk membeli, suasananya lebih mirip gudang furniture dibandingkan  dengan display produk-produk furniture yang siap dipromosikan.      

SMESCO UKM  yang berdiri sejak tiga tahun yang lalu, sebenarnya memiliki visi dan tugas yang sangat besar diharapkan manfaatnya, yaitu sebagai mainhub produk koperasi dan UKM Indonesia ke pasar internasional. Beberapa produk UKM dan Koperasi seperti handicraft, fashion, furniture, serta berbagai produk unik lainnya yang  memiliki keunikan khusus dicoba untuk dipamerkan sekaligus dipromosikan di sini. Namun pengelolaan yang belum profesional menjadikan SMESCO hanya menjadi lokasi promosi ‘ yang tidak menarik.

Berdasarkan pantauan Majalah Wirausaha dan Keuangan, meski SMESCO secara periodik mengadakan berbagai event, namun tidak dibarengi dengan strategi promosi yang tepat misalnya dengan memberikan diskon, memberlakukan harga khusus, atau bentuk promosi-promosi lainnya.

Suny, salah satu pengunjung, yang ditemui Majalah Wirausaha dan Keuangan mengungkapkan kekecewaannya usai mengunjungi SMESCO UKM. Menurutnya, bayangan dia bahwa SMESCO UKM sebagai tempat promosi UKM akan memberikan banyak produk yang dijual dengan harga promos ternyata diluar dugaannya.“Saya kira SMESCO UKM lebih mirip museum dibanding tempat promosi dan pemasaran produk-produk UKM ,” cetusnya.

 

Paradigma Baru

Sebagai LLP  KUKM, seyogyanya SMESCO UKM  mampu menciptakan sinergi yang besar antara produk-produk unik para UKM, lokasi yang strategis, gedung dengan dana pembangunan yang besar, anggaran promosi yang juga tidak sedikit jumlahnya. Pengelolaan SMESCO UKM seyogyanya juga harus berorientasi bisnis agar pencapaian-pencapaian target dapat terlihat dengan jelas, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Selama ini banyak pihak menyayangkan SMESCO UKM  berdiri di rel yang berbeda dengan  pengembangan UKM di Indonesia, karena banyak pebisnis UKM menjerit untuk memperoleh kesempatan mengikuti berbagai pameran atau mendisplay produk-produknya agar dikenal oleh masyarakat karena ketiadaan biaya, sementara SMESCO UKM terlihat statis dan terkesan tidak mengalami perubahan yang berarti dari hari ke hari, bahkan dari minggu ke minggu. Jika tidak percaya, datanglah di minggu yang berbeda, dan anda akan menemui suasana dan produk yang sama.

 

Harga Mahal

Natalie, turis asal Australia yang datang bersama dua teman dari  Indonesi ke SMESCO UKM  menuturkan produk-produk yang dipajang UKM Galery tergolong menarik, seperti pemegang wajan yang terbuat dari batik. Ia ingin membelinya. Demikian juga dengan Wandi Agus Salim dan isterinya Sari Ayu Dewi, pasangangan suami isteri ini datang ke UKM Gallery karena senang dengan produk-produk yang dibuat secara handmade.

“Barang yang dijual di sini semuanya memang bagus-bagus dan berkualitas, sayang harganya mahal, jadi saya sangat jarang membeli disini,” ujarnya.Begitu juga dengan Joko, pemuda ini mengaku hanya ingin lihat-lihat saja apa yang dijual di UKM Gallery.

“Produk yang dijual sih bagus dan berkualitas, dan semuanya hasil karya dalam negeri. Sayang harga yang ditawarkan tinggi di bandingkan dengan harga di pasar. Saya pikir masyarakat enggan membeli di sini. Lebih baik beli di luar, harganya, bisa ditawar kualitasnya tidak jauh beda,”paparnya.

Tingginya harga jual, membuat masyarakat enggan membeli produk yang dijual di UKM Gallery. Agar masyarakat tertarik berkunjung, SMESCO UKM  seharusnya kerap melakukan promo-promo seperti pemberian diskon khusus atau mengadakan bazzar khusus untuk produk-produk UKM.  

Sementara itu, bila keadaan sepi terus berlanjut, tanpa ada perubahan, yang menjadi pertanyaan apakah para UKM yang bekerjasama dengan UKM Gallery dengan menitipkan produk-produknya akan memperoleh manfaat dan keuntungan? Atau barang dagangannya hanya menjadi barang pajangan semata? Jika tidak ada perubahan bantuan yang diberikan pemerintah untuk membantu memasarkan produk UKM ini hanya sia-sia saja.Perlu strategi yang lebih cerdas untuk menjadikan SMESCO lebih ramai dan banyak pengunjung.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari