Tanggal Hari Ini : 21 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Para Pendakwah Bisnis
Jumat, 04 Mei 2012 14:43 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Mereka secara aktif berkampanye tentang keunggulan produk, merekrut anggota-anggota baru komunitas serta gigih membela diri dari serangan gencar dari luar

Banyak UKM yang bekembang tanpa menggunakan trik-trik promo modern.  Perkembangannya lebih ditunjang oleh loyalitas dan fanatisme para pelanggannya yang mengagumkan.  Simak saja fenomena makanan daerah yang memang mak nyus, yang menjadi andalan suatu kota, misalnya Soto Bangkong dari Semarang atau Ayam Goreng Bonek dari Bogor.  Para pelanggannya sering begitu fanatik sehigga selain mereka dengan sukarela mempromosikan makanan itu melalui WOM (getok tular) kepada kenalannya.

Lebih hebat lagi kalau kita lihat klub-klub bola yang berlaga di Liga Indonesia.  Para supporternya berlomba-lomba membentuk komunitas yang sangat fanatik terhadap klubnya sehingga saking fanatiknya mereka sering kebablasan membuat onar. 

Salah satu komunitas bola yang menonjol karena solidnya adalah Aremania, klub pendukung kesebelasan Arema, yang pernah mendapatkan penghargaan pada 2007an.   Para anggota komunitas bola itu rela berdakwah atau seperti missionary dalam bisnis.  Mereka secara aktif berkampanye tentang keunggulan dan keutamaan produk, merekrut anggota-anggota baru komunitas serta gigih membela diri dari serangan gencar dari luar.

Dalam ilmu pemasaran, produk atau merek yang punya banyak pembeli dan pembela fanatik itu telah naik kelas menjadi brand religion.  Untuk mengembangkan produk yang seolah-olah agama itu , banyak perusahaan yang dengan sengaja menjadikan atau mengembangkan para pendakwah untuk kepentingan bsnis kita. 

Berdakwah untuk bisnis ini merupakan kelanjutan dan pengembangan dari WOM (word of mouth).  Tujuan para pendakwah ini adalah untuk  mengembangkan komunitas pelanggan yang demikian kesengsem (passion) dan fanatik dengan produk, merek dan layanan kita.  Passion itu menular, dan kalau disalurkan dengan cerdas akan mengembangkan bisnis kita secara cepat.  Pada umumnya, para pendakwah ini dikembangkan dari dalam diambil di antara para karyawan terlebih dahulu, setelah itu baru diupayakan pengembangan para pendakwah dari luar. 

Di bawah ini diuraikan sejumlah kiat untuk mengembangkan para pendakwah untuk menciptakan komunitas pelanggan yang fanatik itu, seperti disarankan oleh Kim T. Gordon, penulis buku Maximum Marketing, dikutip dari Situs smallbusinessnow.com.

 

 Menjadikan Masyarakat Bergairah. 

Kalau Anda menjadi pendakwah bisnis maka Anda harus menjadi demikian jatuh hatinya dengan bisnis, sehingga Anda sendiri sangat bergairah terhadap bisnis itu.  Kegairahan itu menular, dan dapat ditularkan.  Melalui komunikasi yang menggunakan berbagai cara, seorang pendakwah dapat menyebarkan kegairahan itu ke komunitas.  

Sebuah komunitas yang dapat berbentuk klub, lingkar kegiatan, masyarakat peduli..dsb, tentu saja punya kedudukan yang sejajar, namun demikian untuk membuat mereka aktif dan terus bergairah diperlukan penggerak-penggerak seperti Anda, yang dapat memelopori atau menjaga agar seluruh anggota tetap bersemangat. 

 Komunitas pecinta Slank atau Slankers, masyarakat pecinta Tukul atau Tukulista, masyarakat pengendara Harley atau HOG, atau Aremania membutuhkan pemicu gairah yang harus dijaga oleh para pendakwah agar tetap eksis.  Komunikasi bisa digalakkan dan dijaga melalui media konvensional antara lain media cetak semacam neswsletter , pusat informasi  kegiatan,  atau pusat penjualan berbagai properti komunitas seperti kaos, jaket, topi, dsb.  

 Namun kini internet telah merevolusi cara berkomunikasi komunitas untuk selamanya.   Media-media komunitas di internet, menjadikan komunikasi komunitas sangat mudah dan murah untuk dikembangkan dan dilakukan.  Siapa saja dengan sangat mudah dapat membuat akun di yahoogroups, facebook atau twitter.  Sama dengan media konvensional, diperlukan seorang moderator/fasilitator yang dapat menghidupkan akun-akun itu sebagai wahana komunikasi yang hidup dan dapat diandalkan.

 

Dengarkan Suara Komunitas.  

Sebuah komunitas akan semakin eksis dan berkembang bila anggotanya semakin merasa memiliki.    Rasa memiliki ini bisa diperkuat dengan mengajak partisipasi dan keterlibatan aktif para anggota.  Maka cara paling dasar adalah memberi saluran untuk segala pandangan atau komentar mereka.  Karena anggota umumnya adalah pecinta produk Anda, beri saluran agar mereka dapat berbagi cerita tentang pengalaman menggunakan produk kita. 

Kalau kisah itu positif segera akan memperkuat kohesifitas komunitas, namun bila sebaliknya segera atasi dengan solusi yang sangat memuaskan sehingga semakin mengikat sisi emosional anggota ke dalam klub.  Kalau perlu dengan pertimbangan tertentu buat badan penasehat produk/layanan yang diangkat dari anggota-anggota yang terbaik.  Suara komunitas memberi banyak manfaat bagi usaha kita.  Kita seolah-olah mempunyai telinga yang segera dapat memberi masukan untuk pengmbangan bisnis dari pandangan-pandangan orang yang terbukti peduli dan cinta terhadap produk kita.

 

Menciptakan Lebih Banyak Pendakwah. 

Selain pendakwah yang khusus, kita pun bisa menciptakan lebih banyak pendakwah umum dari karyawan maupun pelanggan.  Pelanggan yang loyal umumnya senang mendapat kesempatan untuk berbagi kisah dengan orang lain.  Yang perlu kita lakukan adalah membuat produk hebat yang berkarakter sehingga membuat mereka bangga, serta mengembangkan fasilitas penunjang   Misalnya  bila mereka bertemu dengan orang yang prospektif, mereka akan bangga mengenalkan produk kita dan mereka pun  boleh mengirimkan referensi tentang orang itu ke perusahaan. 

 Setiap referensi dapat dianggap sebagai point yang berarti diskon untuk pembelian mereka.  Demikian pula karyawan.  Ingatkan karyawan untuk menyampaikan pesan tentang perusaaan dalam acara-acara pribadi mereka, entah di sekolah, masjid, pasar, atau arisan.  Yang perlu Anda persiapkan semacam komunikasi satu paragraph yang berisi tentang pesan kunci yang ingin disampaikan kepada masyarakat untuk bulan berjalan.  Misalnya, untuk persiapan Ramadhan, “ Diskon 20% untuk pembelian semua peralatan dapur!

Bisnis masa kini sebaiknya bercirikan customer-centric  yang tujuan paling utamanya adalah menjadikan pelanggan loyal atau lebih jauh lagi fanatik terhadap produk kita.  Dengan sentuhan dan nilai pribadi Anda ke dalam produk maka produk Anda diharapkan punya karakter yang hebat.  Dengan upaya-upaya membangun komunitas pelanggan yang tertata.  Produk yang hebat dapat menciptakan sebuah komunitas yang di dalamnya terdapat banyak loyalis dan fanatis yang siap habis-habisan mendukung. 

Enaknya kalau kita punya banyak pendukung, mumpung fasilitasnya lagi berlimpah ruah!

 

 

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari