Tanggal Hari Ini : 21 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Menangkap Kenangan di Kota Palembang Darussalam
Kamis, 03 Mei 2012 11:34 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Pesta Olahraga Negara-negara Asia Tenggara (Sea Games) awal November 2011 segera tiba. Uniknya, Sea Games tidak hanya diselenggarakan di Jakarta, tetapi juga diselenggarakan di di Palembang, kota metropolitan baru yang ada di Propinsi Sumatra Selatan.

Sebelum Sea Games berlangsung, Majalah Wirausaha dan Keuangan telah beberapa kali menelusuri geliat pariwisata di Palembang yang kian cantik dan menarik. Palembang kini menyajikan wisata alternatif, yaitu wisata sejarah, budaya, dan kuliner yang layak anda kunjungi.  Palembang juga mengungkap kenangan yang membuktikan bahwa masyarakat yang hidup di sejak zaman kerajaan Sriwijaya hingga zama kesultanan Palembang adalah bangsa yang suka berniaga.

 

Kota Metropolitan

Berkeliling kota di Palembang adalah melakukan rekontruksi sejarah kejayaan Sriwijaya tempo dulu, dan juga kesultanan Palembang. Sejak abad ke 7, Palembang adalah kota bandar dagang yang ramai, dan menjadi pertemuan antar bangsa dan budaya dari berbagai negara.  Sebuah catatan dari seorang pendeta Tiongkok, I Tsing, menulis,  bahwa ia telah mengunjungi Palembang sebagai ibukota Sriwijaya yang telah ramai saat itu, tahun 671 Masehi,  dan ia tinggal selama 6 bulan  di kota ini. Ia terkesan dengan keramaiannya dimana banyak orang yang telah berdatangan dan berniaga dari berbagai kerajaan di dunia.

Kerajaan Sriwijaya hingga kesultanan Palembang memang telah mengalami pasar surut, namun kota ini tetaplah menyisakan sinar-sinar kejayaan dan kegemerlapannya sebagai kota besar.  Berbagai situs dan peninggalan kejayaan tempo dulu membuktikan bahwa Palembang adalah kota metropolitan sejak lama.

 

Kota Dagang

Kota yang dibelah oleh Sungai Musi ini menjadikan Palembang dua bagian, yaitu seberang ilir di bagian utara dan seberang ulu di bagian selatan. Sore hari beberapa pekan lalu, kami datang kembali ke dermaga di pinggiran Sungai Musi, tak jauh dari Jembatan Ampera yang sangat dikenal di Palembang.

Sungai Musi penting bagi masyarakat Palembang sebagai sarana transportasi dan penghubung dunia.  Pasar Ilir 16 yang ramai juga hanya sejengkal dari dermaga ini. Lalulintas manusia dan barang berlangsung sangat ramai sepanjang hari, dari pagi hingga petang menjelang. Majalah WK berhasil mengabadikan berbagai kesibukan masyarakat di Pasar Ilir 16, mendistribusikan berbagai barang, dari bahan bangunan hingga bahan pangan ke berbagai pelosok kawasan di bandar sungai Musi.

Sejak abad ke 7 hingga abad 21 ini fungsi kota Palembang sebagai bandar  niaga sepertinya terus berlanjut, mengikuti denyut kehidupan masyarakat Sumatra Selatan yang terus berubah.  Perahu-perahu (bermotor) hilir mudik  mengantarkan manusia dan barang ke berbagai tujuan, baik yang berada di tepian sungai hingga ke pedalaman. Kami membayangkan, berabad-abad Sungai Musi telah menjadi sarana transportasi yang penting, kini kita masih dapat melihat sisa-sisa kebesarannya.  

 

Lokasi Rekreasi

Sungai Musi dan Bandar Palembang kini telah menjelma menjadi kawasan rekreasi yang menarik. Rumah makan,  rumah sakit, pom bensin, terapung. Kapal-kapal niaga, perahu motor, serta kesibukan masyarakat menjalankan kehidupan di tepian Musi adalah pemandangan yang menarik.   

 Situs-situs tua seperti Benteng Kuto Besak peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam,  Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Pulau Kemaro, Pasar 16 Ilir, Rumah Rakit, kilang minyak Pertamina, pabrik pupuk PUSRI, pantai Bagus Kuning, Jembatan Musi II, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, adalah lokasi wisata yang tidak boleh terlewatkan untuk dikunjungi.

Semua kawasan itu memiliki cerita masing-masing, membawa kenangan yang menceritakan keberadaannya. Jika liburan datang, sempatkan datang ke kota Palembang Darussalam. n

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari