Tanggal Hari Ini : 22 Oct 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
LP3I Entrepreneur Center
Rabu, 02 Mei 2012 14:09 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Swichtching Entrepreneurship

Di beberapa negara yang lebih maju dari Indonesia, yaitu Singapura, jumlah entrepreneurnya telah mencapai 4 persen dari jumlah penduduknya. Sementara di Indonesia dimana jumlah penduduknya tak kurang dari 230 juta orang, hanya memiliki  400an ribu entrepreneur. Dibandingkan dengan negara tetangga lainnya Indonesia juga masih cukup tertinggal. Melihat keadaan tersebut, Syarial Yusuf, pendiri lembaga pendidikan LP3I, pada bulan  Maret 2009 lalu  melaunching LP3I Entrepreneur Centre (LEC).

“Kami mulai melakukan swichtching  dari lembaga yang siap meluluskan karyawan siap kerja menjadi lembaga yang siap meluluskan pengusaha yang siap membuka lapangan kerja,” ujar Eko P Joyoprayitno,  Executive Director LP3I Entrepreneur Center  kepada Majalah Wirausaha dan Keuangan beberapa waktu lalu. Menurut  Eko, meski sekolah maupun pelatihan kewirausahaan sudah banyak dan menjamur namun dengan jaringan yang dimiliki LEC serta  mentor-mentor berpengalaman, maka akan menjadikan LEC tetap terdepan.

Diantara mentor-mentor tersebut antara lain, Syarial Yusuf  owner LP3I, Fahmi Idris, Tokoh/Pengusaha, mantan Menteri Perindustrian, Pemilik Kodel Group, Heri Margono, Pemilik Kharisma Advertising, dan mentor-mentor ternama lainnya. Selain itu LEC juga bekerja sama dengan Asosiasi Waralaba, retail, Kadin, HIPMI,  UKM dan bank-bank pemerintah,”jelas Eko.

Muatan lain yang diberikan LEC adalah berupa program  Spiritual Entrepreneurship Quotient (SEQ), yang merupakan perpaduan antara pelatihan dan kerohanian.”Melalui program ini maka pengusaha akan mendapat kecerdasan dalam mengambil nilai, makna tujuan terdalam dan motivasi tinggi. Mampu membedakan yang benar dan salah, sehingga energinya digunakan untuk membuat kebaikan, keindahan dan kasih sayang dalam kehidupan,”ungkap Eko.Berbeda dengan training lainnya, program SEQ ini menggabungkan antara soft skill dan hard skill. Konsepnya memberikan keseimbangan bagi wirausaha antara dunia usaha dan segala seluk beluk serta persaingannya.

Selain itu ada juga Regular Program, dirancang untuk berbagai kalangan dan status pekerjaannya, sehingga peserta yang mengikuti pelatihan dapat menimbulkan jiwa kewirausahaan yang kuat. “Program-programn pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan adalah Entrepreneur for Women, Entrepreneur for Teens, Entrepreneur for Student, Entrepreneur for Biginer, Entrepreneur for Pension serta Entrepreneur for Corporate.

Jadi tergantung mereka ingin memilih yang mana sesuai kepentingan mereka. Contohnya, bila peserta memilih program biginner, kami akan merubah mindsite mereka dan memberikan pelatihan kewirausahaan sesuai dengan keinginan, modal yang dimiliki. Mereka juga akan dibekali dengan pemahaman komprehensip mengenai tantangan dunia usaha dan cara bertahan menjaga kelangsungan usaha,”tuturnya.

Materi yang akan diberikan dalam rogram ini meliputi 50 persen praktek dan 50 persen teori.  Selain  itu, peserta juga diberikan wawasan lansung melihat dari dekat usaha dengan melakukan kunjungan ke lokasi usaha. “Melalui kunjungan  ke tempat usaha yang sudah sukses para peserta pelatihan diharapkan melihat langsung bagaimana pengusaha menjalankan bisnisnya dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu para peserta juga akan diperkenalkan produk-produk bank dengan harapan mempermudah calon pengusaha untuk memulai usaha. Akan dijelaskan bagaimana cara mengajukan pinjaman ke bank, memantau perkembangan usaha, menjalankan usaha dengan sukses, dll.

Menurut Eko, lamanya pelatihan kewirausahaan ini berkisar dua sampai tiga bulan, dengan pertemuan sebanyak 3 kali dalam seminggu. Adapun biayanya berkisar Rp2 juta – Rp4 juta. Kisaran biaya pelatihan tersebut karena disesuaikan dengan jenis pelatihan yang dipilih.

Untuk memperkenalkan LEC kepada masyarakat luas, kini cukup banyak kerjasama yang dilakukan LEC dengan berbagai universitas dan berbagai perusahaan. Target jangka panjang yang ingin dicapai LEC adalah menciptakan entrepreneur yang memiliki spiritualitas tinggi.

“Mereka diharapkan tidak mengejar materi untuk menghidupi diri sendiri, tetapi mampu menghidupi orang lain yang membutuhkan sebagai kebahagiaan sejati. Seperti Sabda Rasullulah Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya,” jelasnya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari