Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Berkah Batu Onyx yang Makin Banyak Peminat
Senin, 30 April 2012 15:14 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Bersama suaminya, Nurudin, ia pernah menjalankan bisnis jasa transportasi, dengan memiliki beberapa kendaraan angkutan kota, sempat ia menikmati masa –masa manis dibisnis jasa transportasi, namun krisis moneter tahun 1997 hingga tahun 1999 telah merubah peta bisnisnya. Harga-harga suku cadang naik drastis, begitu juga dengan ban dan onderdil lainnya, sementara minat masyarakat menggunakan angkutan umum makin rendah. Usaha jasa angkutan yang telah ia bangun bertahun-tahun itu pelan-pelan layu.

Gagal di bisnis jasa transportasi, Komsatun dan suaminya, yang telah memilih  sebagai wirausahawan sebagai jalan hidupnya mencoba beralih bisnis lainnya. Suatu ketika ia melihat tak jauh dari desa tempat tinggalnya kesibukan para pengrajin batu alam makin ramai. Banyak orang dari luar daerah berdatangan untuk membeli hasil kerajinan batu alam hasil produksi pengrajin dari desa tersebut.

Melihat peluang pasar yang ada tersebut, Komsatun ingin mencoba menggeluti bisnis kerajinan batu alam. Pertama yang ia lakukan adalah mengamati cara pembuatan dan pemasaran produk batu alam dengan bahan baku utama batu onyx dan marmer tersebut. Kedua, ia membeli beberapa produk kerajinan dari batu onyx dan marmer untuk dijual kembali di toko kerajinan yang sengaja ia dirikan. Selama ini para pengrajin tidak memiliki artshop sehingga pembeli yang datang dari luar daerah kesulitan untuk  mencari produk yang diinginkan.

Berawal dari langkah kecil itulah ia melihat potensi pemasaran kerajinan batu alam cukup tinggi peminatnya.

Meski peminatnya cukup banyak, Komsatun tidak buru-buru memproduksi produk kerajinan sendiri. Ia lebih suka membeli produk kerajinan hasil para pengrajin kemudian menjualnya kembali. Namun setelah melihat semakin banyak pelanggan yang menginginkan bentuk dan disain yang diinginkan ia mulai mencoba memproduksi sendiri kerajinan dari bahan batu onyx dan marmer yang diinginkan pelanggan.

“Saat itu banyak pelanggan yang ingin memesan meja khusus, serta vas bunga unik dari bahan batu onyx dan marmer dengan disain sendiri. Saya akhirnya berfikir untuk memproduksi sendiri produk-produk tersebut untuk memenuhi permintaan pelanggan sesuai disain yang diinginkan,” ujar pemilik usaha duta Usaha Onyx yang berlokasi di Desa Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur.

Untuk menghasilkan produk pesanan pelanggan tersebut, Komsatun harus mendatangkan bahan baku  batu onyx dari Bawean, sedangkan marmer didapat dari wilayah terdekat seperti Bojonegoro, Pacitan, dan Trenggalek. Para pekerja yang khusus mengerjakan kerajinan ini ia khusus mempekerjakan para pekerja terampil di bidang memahat dan mematung dari tetangga desanya. Saat itu, produk kerajinan dari batu onyx dan marmer yang dihasilkan sebagian besar adalah meja-meja batu onyx dan vas bunga.

Proses pembuatan produk kerajinan batu onyx dan marmer tergolong pekerjaan yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Dari bongkahan batu onyx ukuran besar seukuran  kerbau dewasa kemudian  dipotong-potong mengikuti bentuk sesuai pesanan. Selanjutnya, potongan batu dibubut, lalu dibentuk. Setelah berbentuk sesuai disain yang diinginkan, misalnya bentuk meja, dilakukan pemolesan atau pengampelasan sampai lima kali hingga tekstur batu menjadi halus dan berkilap. Hasil akhirnya adalah meja batu onyx yang artistik. Selain kerajinan berbentuk meja dan vas bunga, Komsatun juga memproduksi

aneka patung, pilar, gentong, toples, gelas, tempat abu, dan telur imitasi, dll. Salah satu keunikan lain dari batu onyx adalah tembus cahaya sehingga bisa dipakai untuk lampu. Warna cahaya yang keluar menyesuaikan dengan warna bola lampu yang dipasang di dalamnya, tapi mampu membangun nuansa lebih artistik. Modelnya pun macam-macam, di antaranya lampu jamur, lampu monalisa, lampu bokor, lampu tiang baskom, lampu telur, lampu model guci.

Adapun batu marmer lazim dipakai untuk produk wastafel dan lantai. Namun, variasi produknya tak kalah dari batu onyx. Mulai yang berukuran besar seperti pilar dan air mancur hingga yang kecil seperti piring, piala, catur, book holder, patung wisuda, piring, tempat tumbuk obat, tempat lilin.

Marmer warna krem paling sering digunakan, kecuali untuk air mancur dekoratif memakai marmer hitam. Lainnya adalah marmer merah dan marmer abu-abu. Harga produk kerajinan batu onyx dan marmer tersebut bervariasi, mulai Rp6.000 untuk telur imitasi hingga yang termahal meja seharga Rp6 juta.

Produk-produk dari bahan Batu Onyx dan Marmer yang diproduksi Komsatun tersebar ke berbagai kota, antara lain Denpasar, Jakarta, Surabaya, Palembang, dan kota besar lainnya. Bahkan periode tahun 2005 hingga tahun 2008 ia sempat mengekspor produk-produk tersebut ke berbagai negara.

Berkembangnya usaha Komsatun yang kian besar juga membutuhkan modal yang lebih besar lagi untuk memperkuat usahanya. Karena itulah ia mengajukan kredit modal kerja kepada Bank BRI untuk memperkuat usahanya. Bersyukur dukungan permodalan tersebut ia peroleh sehingga dapat memperkuat usaha yang sedang ia jalankan. Dukungan Bank BRI, menurut Komsatun sangat membantu membesarkan usahanya. n 

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari