Tanggal Hari Ini : 25 Sep 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Tetap Bergairah Hidup Pasca Pensiun
Kamis, 05 April 2012 16:18 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh Drs Sukoadi, Pensiunan BUMN
Mantan VP HRD Angkasa Pura II

Apa yang harus dipersiapkan oleh seseorang yang akan menjalani masa pensiun agar tetap bergairah dan memiliki kualitas hidup yang terus meningkat? Begitulah kira-kira pertanyaan para calon pensiunan yang sering dilontarkan kepada saya, yang juga seorang pensiunan.

Jawabannya mudah-mudah sulit, artinya dibuat mudah ya mudah dibuat sulit ya sulit. Karena kenyataannya memang menata kehidupan ketika menghadapi pensiun tidak sesulit yang dihadapi, jika telah dipersiapkan dengan baik, namun jika tidak dipersiapkan dengan baik, tidak jarang berbagai kesulitan hidup telah siap menghadang, mulai dari belitan ekonomi, hingga kualitas hidup yang terus menurun.

Pasukan Terjun Payung
Kehidupan menjelang pensiun menurut saya persis seperti pasukan tempur yang siap diterjunkan dari kapal perang. Bekal apa yang harus diberikan kepada pasukan tempur tersebut? Selain peta situasi, kita juga dibekali ketrampilan, juga keberanian.

Terampil saja tetapi tidak berani juga tidak ada artinya, berani saja tetapi tidak terampil juga sagat berbahaya. Tetapi yang juga tidak boleh ditinggalkan adalah persiapan batin. Kita harus mempersiapkan batin kita untuk ikhlas, ikhlas memasuki dunia baru, menapaki fase baru, dengan perasaan baru.

Persoalan orang-orang yang pensiun sebenarnya ya hanya itu-itu saja. Pertama, peta ekonomi yang mulai berubah, tidak adanya rutinitas kegiatan seperti sedia kala, dan ketiga, tidak adanya teman.  Saat masih aktif kita banyak teman, dikantor meriah, kemudian kita sekarang tidak memiliki jadwal kegiatan lagi, dan kadang tinggal sendiri di rumah. Jika kita tidak segera menyadari hal ini, kadang-kadang mental kita down, dan dengan tidak terasa kita mengalami shock mental yang mendalam.

Banyak orang yang telah pensiun merasa terkucil, bukan mencari teman-temannya tetapi malah menjauh dari teman-temannya. Mereka yang seperti ini seperti terjun bebas, aura hidupnya hilang, dan menjauh dari pergaulan hidup sehari-hari. Padahal masa-masa pensiun adalah masa-masa emas untuk memulai hidup dengan penuh kegembiraan dan hidup dengan penuh keikhalasan.

Umumnya kita tidak care dengan kehidupan pasca pensiun kita, masa tua kita. Kita hanya peduli dengan apa yang kita kerjakan hari ini, tetapi tidak siap dengan kehidupan saat kita tua nanti. Bahkan kita tidak siap dengan kehidupan  dua atau bahkan tiga tahun mendatang.

Pindah di Komunitas yang Kondusif
Saya memiliki pengalaman yang barangkali berguna untuk dishare kepada para teman-teman yang akan menjalani masa pension. Jauh hari sebelum masa pensiun saya tiba, yaitu tahun 2003, saya mencoba menata rencana kehidupan pasca pensiun dengan lebih baik. Pertama yang saya lakukan adalah saya pindah tempat  tinggal dari kini yang social costnya tinggi ke komunitas tempat tinggal yang social costnya rendah. Karena kalau saya tetap tinggal di komunitas yang social costnya tinggi, sementara saya sudah pensiun maka kehidupan kami tetap highcoct sementara penghasilan kami menurun.

Kedua, kami mengubah gaya hidup, dari yang semula kemana-mana naik mobil, pakaian berdasi, ada yang melayani, semua akan berubah saat pensiun. Kini saya mengelola usaha pemancingan, dan budidaya ikan, pertanian dan sayuran, setiap hari kami bekerja menggunakan celana kolor, seperti petani biasa. Karena kami tidak menampilkan seorang owner, setiap hari saya sering dipanggil oleh para pemancing yang menggunakan jasa pemancingan kami dengan memanggil kami mang. “Mang tambah kopinya mang,” sebutnya.

Semua saya jalani dengan senang. Saya sadar mengapa saya dipanggil ‘mang’ seperti itu, tetapi saya happy kok. Apakah saya terus marah dipanggil seperti itu? Apakah saya harus ngamuk? Berarti kita tidak sadar kalau kita sudah pensiun. Meskipun akhirnya banyak yang mengerti kalau saya ‘bekas’pejabat di PT Angkasa Pura II

Karena itu, menjalani kehidupan baru, kita harus  mulai sadar, untuk mempersiapkan diri dengan  siap mental sejak dini. Pelatihan-pelatihan menuju hidup ikhlas, kewirausahaan, serta pelatihan positif lainnya yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya yang akan menjalani masa pensiun merupakan terobosan yang bagus dan sangat bermanfaat.


comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari