Tanggal Hari Ini : 21 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Usaha Mikro dan Kecil, Potensi dan peluangnya, Bagi Perbankan
Senin, 24 Oktober 2011 10:09 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun 2003- 2005 tumbuh rata-rata 5,41% atau bertambah banyak, sebanyak 1,15 juta unit usaha per tahun. Rinciannya, tahun tahun 2003 jumlahnya mencapai 42,40 juta unit usaha, tahun 2004 mencapai 43,71 juta unit usaha, dan tahun 2005 mencapai  44.69 juta unit usaha.

Jika dibandingkan dengan usaha menengah yang tumbuh 6,64%, serta usaha besar yang mencapai  7,11%, secara prosentase lebih kecil, tetapi secara jumlah, usaha mikro dan kecil tetap jumlahnya yang terbanyak. Berdasarkan data statistik terkini, jumlah UMKM di Indonesia kini mencapai 52 juta unit usaha, dan merupakan jumlah terbesar yang mencapai 99,9 % dari total unit usaha di Indonesia.

Anda kami ajak untuk mendiskripsikan usaha mikro dan kecil yang unik ini, antara lain jenis usahanya  yang sering  berubah-ubah dan berganti produk/usaha. Mereka juga memiliki tempat usaha yang berpindah-pindah alias tidak menetap, serta belum adanya manajemen usaha yang baik sehingga jangankan pencatatan usaha yang detail. Pembukuan usaha sederhanapun kadang mereka tidak memiliki.

Jika dilihat dari sumberdaya yang terlibat dalam usahanya, maka SDMnya sangat seadanya, bahkan sebagian besar hanya lulusan SLTP atau SMA. Mereka sebagian besar belum bankable, dan sumber pendaan usaha mayoritas masih berasal dari dana mereka sendiri yang dikumpulkan dari sedikit-sedikit.

Sedangkan diskripsi usaha kecil sudah mulai meningkat, yang ditandai dengan meningkatnya fokus usaha,  sudah memiliki asset dari hasil usaha yang dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga mencapai minimal Rp200 juta, sudah memiliki lokasi usaha yang menetap dan sudah tidak berpindah-pindah lagi, serta mulai mengenal lembaga jasa keuangan, baik lembaga keuangan formal maupun informal.

Untuk lebih detail dalam melihat potensi dan peluang usaha mikro dan kecil bagi perbankan, Majalah Wirausaha dan Keuangan melakukan survey terhadap 300 para pewirausaha mikro dan kecil, yang juga peserta workshop bisnis dan kewirausahaan yang diselenggarakan awal Desember 2010 lalu.

Survey hanya untuk melihat profil serta kualitas para peserta workshop bisnis dan kewirausahaan dalam mengelola usahanya kini dan dimasa mendatang, serta keinginanya untuk memajukan usaha yang digelutinya. Untuk memudahkan melihat profil-profilnya, data survey kami sajikan secara kuantitatif sehingga terlihat struktur dan potensi-potensi bagi pengembangan usaha mikro dan kecil, serta potensi pasar yang bagi kredit-kredit perbankan.

Persis seperti yang telah terungkap pada awal tulisan ini,  data survey menunjukkan pengusaha mikro dan kecil yang mengikuti workshop bisnis dan kewirausahaan ini setidaknya pernah menjalani usaha sebanyak  1 hingga 3 jenis usaha sebanyak 14 %, yang pernah memiliki usaha sebanyak 3 hingga 5 jenis usaha sebanyak 67%, serta yang pernah mencoba lebih dari 5 usaha mencapai 19 persen.

Semakin banyak usaha yang dicoba oleh mereka, ini menunjukkan proses jatuh bangun bagaimana agar mereka bertahan dengan usahanya.

Terhadap omzet usaha, narasumber yang disurvey memiliki rata-rata omzet usaha sebesar kurang dari Rp10juta per bulan sebanyak 3 %, sedangkan yang memiliki omzet rata-rata Rp10juta hingga Rp25juta per bulan mencapai prosentase sebanyak 22%, selebihnya diatas omzet Rp26juta mencapai 75%.

Meski tidak dianalisis  secara khusus, namun dalam survey tersebut mulai terlihat peningkatan omzet usaha mikro dan kecil yang kian tinggi dan bertambah. Bahkan usaha dengan omzet di atas Rp100juta per bulan telah cukup banyak dan mewarnai survey ini.

Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam usaha mikro dan kecil juga kian menarik untuk diperhatikan. Dalam survey ini terungkap jumlah tenaga kerja yang terlibat sebanyak 1 hingga 3 orang sebanyak 45% unit usaha, sedangkan yang melibatkan tenaga kerja sebanyak 4 hingga 7 orang tenaga kerja sebanyak 46%, dan yang melibatkan tenaga kerja lebih dari 8 orang sebanyak 9%.

Adapun sumber  dana usaha, mereka memperoleh modal dari diri sendiri sebanyak 67%, dana berasal dari orangtua /keluarga sebanyak 11%, dana kredit dari bank sebesar 4%, dan dari  koperasi dan jasa keuangan lainnya sebesar 18%.

Bagi anda pengelola jasa keuangan, ada catatan survey yang menarik, mereka yang memiliki keinginan untuk memperoleh tmbahan modal sebanyak 87%, yang ingin melakukan perbaikan manajemen sebanyak 5%, sedangkan yang ingin mengembangkan peluang pasar sebesar 7%, serta perbaikan teknologi dan lainnya hanya sebesar 1%.

Rupanya modal masih tetap menjadi harapan bagi sebagian besar pengusaha mikro dan kecil untuk mengembangkan usahanya?

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari